ACEH TAMIANG — Keberhasilan program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan rehabilitasi lahan pertanian di Desa Paya Meta, Kecamatan Karang Baru, menjadi cerminan dari luasnya cakupan pemulihan sektor pangan yang digencarkan di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Di bawah koordinasi dan komando tegas Dandim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm. Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., M.M., jajaran TNI AD bersama pemerintah daerah dan kelompok tani terus bahu-membahu mempercepat pemulihan ribuan hektare lahan sawah yang sempat lumpuh total akibat terjangan bencana.

Berdasarkan data penanganan pascabencana, dari total ribuan hektare Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) serta sawah yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang di Aceh Tamiang, program Oplah dan rehabilitasi fisik digenjot secara masif di berbagai kecamatan sentra pertanian. Langkah ini mencakup pembersihan endapan lumpur, normalisasi saluran irigasi tersier, hingga perbaikan infrastruktur pendukung agar petani dapat kembali mengolah lahan dengan normal.
Bupati Aceh Tamiang, Drs. Armia Pahmi, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya sinergi lintas sektor ini. Dengan dukungan penuh dari Kementerian Pertanian, Satgas PRR Pusat, serta komitmen aparat teritorial di lapangan, percepatan Oplah di berbagai wilayah kecamatan diharapkan mampu mengembalikan fungsi produktif lahan secara merata.

”Upaya rehabilitasi dan Oplah ini tidak hanya berfokus pada satu titik, melainkan disebar ke berbagai wilayah sentra pertanian yang terdampak. Kami mengapresiasi kerja keras jajaran Kodim 0117/Aceh Tamiang di bawah kepemimpinan Letkol Arm. Raden Subhi Fitra Jaya yang tak kenal lelah mengawal langsung pengerjaannya di lapangan,” ujar Bupati Armia, disela kegiatan Panen Raya Lahan Oplah, Kamis (29/10/2026).
Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (BRMP PKH), Agus Susanto, turut mengapresiasi progres positif dari pelaksanaan Oplah di Aceh Tamiang. Menurutnya, keberhasilan di Desa Paya Meta seluas 155 hektare merupakan bagian dari cetak biru keberhasilan program Oplah secara luas, di mana lahan yang tadinya tidak produktif akibat endapan material banjir kini sukses disulap kembali menjadi hamparan hijau yang menghasilkan produktivitas panen berkisar 5 hingga 6 ton per hektare.
Senada dengan hal tersebut, Waka Perencanaan dan Pengendalian Satgas PRR Pusat sekaligus Ketua Tim Satgas PRR Wilayah Aceh, Dr. Drs. Imran, memuji kolaborasi efektif yang terbangun di Aceh Tamiang. Ia optimistis bahwa melalui keberlanjutan program Oplah dan perbaikan infrastruktur penunjang di seluruh wilayah kabupaten, target peningkatan produktivitas pangan—bahkan hingga mencapai 7 sampai 8 ton per hektare pada masa panen berikutnya—dapat tercapai dengan baik.
Melalui kerja nyata program Oplah di seluruh penjuru Aceh Tamiang yang dikawal langsung oleh Kodim 0117/Aceh Tamiang bersama Kementerian Pertanian, Pemkab, dan elemen masyarakat, asa para petani kini bangkit kembali. Pemulihan ini sekaligus menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional serta menggerakkan kembali roda perekonomian kerakyatan di Bumi Muda Sedia.
