Mustapa Maha, Sosok Pengabdi yang Kini Siap Mengabdi untuk Masyarakat Kuala Kepen

SUBULUSSALAM —Infonewsnusantara.com Nama Mustapa Maha bukan sosok yang baru mengenal arti pengabdian. Jauh sebelum mencalonkan diri sebagai Kepala Kampong Kuala Kepeng, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, Mustapa Maha telah mencatat perjalanan pengabdian yang mendapat apresiasi dari pemerintah serta institusi TNI dan Polri.

Sejumlah piagam penghargaan yang masih disimpannya menjadi bagian dari perjalanan hidup Mustapa Maha. Dokumen penghargaan tersebut antara lain berasal dari Komando Resor Militer 012/Teuku Umar, Kepolisian Resor Aceh Selatan, serta Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pada 2003.

Dalam salah satu piagam dari Korem 012/Teuku Umar, Mustapa Maha mendapat penghargaan karena dinilai berperan aktif membantu dan mendukung tugas keamanan dalam rangka memelihara serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penghargaan lainnya dari Polres Aceh Selatan juga mencatat peran Mustapa Maha dalam membantu tugas-tugas kepolisian, termasuk dalam upaya penegakan hukum dan menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam melalui keputusan gubernur pada 14 Agustus 2003 memberikan penghargaan berupa Medali Tanda Jasa Kelas II (Dua) kepada Mustapa Maha. Penghargaan tersebut diberikan atas jasa kepahlawanannya dalam melawan gerakan separatis bersenjata Aceh (GSBA) di Kabupaten Aceh Singkil.

Bagi Mustapa Maha, penghargaan tersebut bukan sekadar lembaran dokumen yang disimpan sebagai kenangan. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi bukti perjalanan pengabdian dan kecintaannya terhadap masyarakat serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Penghargaan itu bukan tujuan saya. Yang paling penting adalah pengabdian dan bagaimana kita bisa memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Mustapa Maha.

Kini, semangat pengabdian tersebut kembali dibawanya dalam pencalonan sebagai Calon Kepala Kampong Kuala Kepeng Nomor Urut 1 periode 2026–2032.

Mustapa Maha menegaskan bahwa dirinya maju bukan karena mengejar jabatan, melainkan karena ingin melanjutkan pengabdian di tengah masyarakat.

“Saya ingin mengabdikan diri untuk masyarakat. Kalau masyarakat Kuala Kepeng memberikan kepercayaan, amanah itu akan saya jalankan dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.

Menurutnya, menjadi kepala kampong bukan berarti harus mendapatkan pelayanan dari masyarakat. Justru sebaliknya, seorang kepala kampong harus menjadi orang pertama yang hadir ketika masyarakat membutuhkan pelayanan.

“Kepala desa itu bukan untuk dilayani, tetapi menjadi pelayan masyarakat. Jabatan adalah amanah, bukan fasilitas untuk kepentingan pribadi maupun keluarga,” katanya.

Mustapa Maha juga membawa komitmen mengenai tata kelola pemerintahan kampong yang transparan dan profesional. Ia menegaskan tidak ingin menjadikan pemerintahan kampong sebagai ruang untuk mengutamakan keluarga atau kelompok tertentu.

Jika dipercaya masyarakat, ia berkomitmen agar perangkat kampong dipilih berdasarkan kemampuan, integritas, tanggung jawab dan kebutuhan pemerintahan.

“Tidak ada istilah keluarga saya harus menjadi pejabat desa. Semua masyarakat Kuala Kepeng mempunyai kesempatan yang sama. Yang kita cari adalah orang yang mampu bekerja dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan Kuala Kepeng tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik. Pemberdayaan masyarakat, peningkatan pelayanan, kegiatan sosial, gotong royong serta penguatan ekonomi masyarakat juga harus menjadi perhatian.

Dengan pengalaman pengabdian yang pernah dilalui dan berbagai penghargaan yang diterimanya dari pemerintah, TNI dan Polri, Mustapa Maha berharap masyarakat dapat menilai dirinya bukan hanya dari janji politik, tetapi juga dari rekam jejak pengabdian yang pernah dijalani.

“Saya tidak menjanjikan kesempurnaan. Tetapi kalau masyarakat memberikan amanah, saya siap bekerja, belajar dan bertanggung jawab untuk seluruh masyarakat Kuala Kepeng,” pungkasnya.

Bagi Mustapa Maha, masa depan Kuala Kepeng bukan milik seorang kepala kampong, melainkan milik seluruh masyarakat. Karena itu, ia mengajak warga untuk menjaga persatuan, menghilangkan sekat kelompok dan bersama-sama membangun kampong dengan semangat gotong royong.

Satu harapan, satu tujuan, satu pilihan — Nomor Urut 1, Mustapa Maha.