Fadli Ilhami: Perkuat SPPG, Pastikan MBG Tetap Berkualitas dan Berkelanjutan

PIDIE|INN.COM

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai membutuhkan sistem pengelolaan yang kuat agar pelayanan kepada peserta didik tetap berjalan secara konsisten. Karena itu, penguatan kapasitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga mutu program.

PIC SPPG Geumpang, Fadli Ilhami, menyampaikan keberhasilan MBG sangat ditentukan oleh kesiapan sistem dalam memastikan makanan yang diterima anak-anak memenuhi aspek gizi, kebersihan, keamanan dan ketepatan distribusi.

Yang perlu menjadi perhatian adalah memastikan seluruh proses berjalan dengan baik, dari bahan pangan yang digunakan, pengolahan, kualitas menu sampai makanan diterima oleh penerima manfaat dalam kondisi aman dan sesuai kebutuhan gizi,” ujar Fadli.

SPPG yang telah beroperasi memiliki pengalaman dan perangkat kerja yang dapat terus disempurnakan. Jika ditemukan kendala, evaluasi sebaiknya diarahkan pada perbaikan teknis dan peningkatan kemampuan pengelola sehingga kualitas pelayanan semakin baik.

Fadli menilai setiap gagasan untuk mengembangkan pola pelaksanaan MBG tetap perlu mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan. Perubahan sistem membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, sarana pendukung, standar keamanan pangan serta mekanisme pengawasan yang jelas.

Kami terbuka terhadap berbagai upaya penyempurnaan program. Namun, setiap skema baru sebaiknya diuji dan dikaji terlebih dahulu agar jangan sampai perubahan pola justru memengaruhi kualitas pelayanan kepada penerima manfaat,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga sumber daya yang telah dibangun dalam pelaksanaan MBG, termasuk tenaga kerja, fasilitas dan pengalaman operasional SPPG.

Fadli berharap evaluasi program dapat difokuskan pada peningkatan efisiensi, kualitas pelayanan dan pengawasan sehingga MBG mampu berjalan secara konsisten dalam jangka panjang.

Tujuan akhirnya sederhana, anak-anak harus mendapatkan makanan yang bergizi, aman dan tepat waktu. Apa pun pola yang digunakan, ukurannya harus tetap pada kualitas pelayanan dan keberlanjutan program,” pungkasnya.