Jakarta|INN.com
Dinamika demokrasi merupakan bagian penting dari kehidupan berbangsa, namun perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi konflik sosial yang merusak persaudaraan kebangsaan dan kohesi nasional.
Arief Martha Rahadyan, menyampaikan penguatan persatuan nasional harus menjadi prioritas bersama di tengah meningkatnya polarisasi sosial dan mengerasnya perbedaan pandangan politik di ruang publik maupun media digital.
Perbedaan pandangan politik adalah hal yang wajar dalam sistem demokrasi, tetapi bangsa tidak boleh kehilangan semangat persatuan hanya karena perbedaan pilihan dan kepentingan politik sesaat,” ujar Arief Martha Rahadyan kepada awak media
Derasnya arus informasi digital serta meningkatnya penyebaran narasi provokatif di media sosial telah memperbesar potensi fragmentasi sosial apabila tidak diimbangi dengan kedewasaan demokrasi dan literasi kebangsaan yang kuat.
Arief mengatakan bahwa ruang publik saat ini membutuhkan lebih banyak narasi persatuan, dialog konstruktif, dan keteladanan moral dari para elite politik maupun tokoh masyarakat agar masyarakat tidak terus terjebak dalam polarisasi,” katanya.
Arief meminta untuk saling memperkuat nilai-nilai Pancasila dan toleransi, sebagai fondasi utama menjaga stabilitas sosial dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pembangunan nasional tidak akan berjalan optimal apabila energi bangsa terus terkuras oleh konflik horizontal, ujaran kebencian, dan pertentangan identitas yang berlebihan.
Arief juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari generasi muda, akademisi, tokoh agama, media massa, hingga pemangku kebijakan untuk bersama-sama menjaga ruang demokrasi yang sehat, beradab, dan berorientasi pada kepentingan nasional.
Semangat persaudaraan kebangsaan harus terus dirawat sebagai kekuatan utama Indonesia dalam menghadapi tantangan masa depan dan menjaga stabilitas nasional secara berkelanjutan.
