Langsa | INN.com – Dinamika pemerintahan di Kota Langsa kembali menjadi sorotan publik. Dua pejabat penting yang sama-sama berlatar belakang alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) dilaporkan mengundurkan diri dari jabatannya dalam waktu yang berdekatan.
Setelah sebelumnya Nursal Saputra resmi melepas jabatan sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Langsa, kini giliran Erni Yanti yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DPPKP) Kota Langsa turut mengambil langkah serupa.
Pengunduran diri dua pejabat strategis tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, keduanya dikenal sebagai figur birokrat berpengalaman dan memiliki rekam jejak yang cukup solid di lingkungan pemerintahan daerah.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara rinci alasan di balik mundurnya kedua pejabat tersebut. Pemerintah Kota Langsa juga belum memberikan pernyataan terbuka terkait kondisi internal yang melatarbelakangi peristiwa ini.
Namun, berbagai spekulasi mulai berkembang di tengah publik. Sejumlah sumber menyebutkan adanya dinamika internal yang cukup kuat di lingkungan pemerintahan kota, meskipun hal tersebut belum dapat dikonfirmasi secara resmi.
Tidak hanya itu, isu yang beredar menyebutkan bahwa pengunduran diri ini kemungkinan bukan yang terakhir. Beberapa pihak memprediksi akan ada pejabat lain yang mengikuti langkah serupa dalam waktu dekat.
Zulfadli salah seorang Solidaritas Masyarakat Sipil kota Langsa (SOMASI) menyatakan, Kamis (16/4), jika benar terjadi gelombang pengunduran diri, hal ini bisa menjadi indikasi adanya persoalan serius dalam tata kelola pemerintahan di Kota Langsa. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu stabilitas birokrasi serta pelayanan publik kepada masyarakat.
Lebih lanjut, SOMASI juga mengingatkan agar Pemerintah Kota Langsa tidak menganggap pengunduran diri dua pejabat ini sebagai hal yang biasa. Menurutnya, mundurnya pejabat strategis secara beruntun merupakan sinyal kuat adanya persoalan yang perlu segera ditangani secara terbuka dan profesional.
“Ini bukan hal yang bisa dianggap sepele. Pemerintah harus merespons dengan serius, melakukan evaluasi menyeluruh, dan menyampaikan penjelasan yang transparan kepada publik,” ujar Zulfadli salah seorang kordinator Somasi
Sementara itu, masyarakat Kota Langsa berharap pemerintah daerah segera memberikan klarifikasi terbuka. Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik serta memastikan roda pemerintahan tetap berjalan dengan baik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Wali Kota Langsa terkait pengunduran diri kedua pejabat tersebut maupun isu adanya pejabat lain yang akan menyusul.
Perkembangan situasi ini masih terus menjadi perhatian publik, sembari menunggu kejelasan dari pihak terkait mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik mundurnya dua alumni STPDN tersebut. (Anes)
