AP2SI Beri Fasilitas Tambahan Kano dan Payung Parasol Demi Tingkatkan Daya Tarik Pengunjung Ekowisata Pantai Mangrove Kampung Nipah di Perbaungan

Teks Foto : Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia (AP2SI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), memberikan sejumlah fasilitas tambahan berupa Kano dan Payung Parasol, kepada Kelompok Muara Bambai sebagai Pengelola Wisata Edukasi Pantai Mangrove Kampung Nipah di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, pada Minggu (07/06/2026)

Serdang Bedagai | InfoNewsNusantara.com

Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia (AP2SI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), memberikan sejumlah fasilitas tambahan berupa Kano dan Payung Parasol, kepada Kelompok Muara Bambai sebagai Pengelola Wisata Edukasi Pantai Mangrove Kampung Nipah di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, pada Minggu (07/06/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik pengunjung, terutama pengunjung yang ingin mencari spot foto estetik.

Selain upaya peningkatan daya tarik pengunjung, fasilitas tambahan seperti kano, juga dapat digunakan oleh kelompok sebagai alat transportasi untuk melakukan pemantauan dan peremejaan lahan yang sulit diakses melalui darat.

Hans Tarigan, Sekretaris Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia (AP2SI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), mengatakan bahwa, Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia (AP2SI) memilih kelompok Muara Bambai sebagai penerima manfaat, karena dinilai cukup siap dan sangat memenuhi kriteria untuk diberikan bantuan pendanaan.

“Syarat untuk mendapatkan akses donor ini cukup spesifik, khususnya jauh dari konflik, kami menilai kelompok ini cukup proper dan siap untuk menerima pendanaan,” ujar Hans dalam keterangannya, Minggu (07/06/2026).

Hans menambahkan, kelompok konservasi mangrove Muara Bambai memiliki komitmen yang kuat dalam upaya Pelestarian Ekosistem Mangrove di wilayah Pesisir.

“Kelompok ini sudah sepatutnya diberikan kesempatan untuk peningkatan kapasitas ekonomi keberlanjutan,” tambah Hans.

•Wisata Edukasi dan Pemanfaatan Hasil Hutan Mangrove.

Destinasi Wisata yang berlokasi di Desa Seinagalawan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai ini menawarkan beragam aktivitas wisata edukasi berbasis lingkungan.

Memberikan pengetahuan mendalam mengenai kearifan lokal masyarakat pesisir dan memperoleh pengalaman untuk terlibat aktif dalam upaya rehabilitasi kawasan hutan pesisir serta ekosistem laut.

Kelompok konservasi mangrove Muara Bambai sebagai Pengelola Ekowisata, telah memiliki izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan pada tanggal 29 Juni 2020 dengan Nomor Izin SK.1408/MENLHK-PSKL-PKPS/PSL.0/6/2020, dengan wilayah seluas 2 Hektar (Ha).

Selain memiliki potensi wisata, pemanfaatan buah dan daun mangrove dapat dikelola oleh kelompok menjadi berbagai produk makanan inovatif, seperti kerupuk, keripik, syrup, dan lain-lain.

•Tantangan dalam Pengelolaan Wisata.

Irwan Syahril, Ketua Kelompok Tani Mangrove Muara Bambai, menceritakan tantangan-tantangan dalam Pengelolaan Ekowisata Pantai Mangrove Kampung Nipah di Kecamatan Perbaungan.

Sejak dikelola pada tahun 2012 lalu, permasalahan seperti penanganan sampah menjadi tantangan terbesar kelompok hingga saat ini. Dari kurangnya kesadaran pengunjung tetang sampah, masifnya sampah kiriman di bibir pantai, hingga kebijakan pemerintah yang terus berganti.

Untuk penanganan sampah sendiri, Irwan mengharapkan adanya kolaborasi dari pihak manapun yang ingin bekerja sama dalam upaya penanganan sampah di wilayah tersebut.

“Kami membuka bentuk kerjasama kepada siapapun dalam penanganan , pengelolaan dan pemanfaatan sampah,” ucap Irwan dalam keterangannya, Minggu (07/06/2026).

Minimnya peran pemerintah dalam memberikan kontribusi atas penanganan sampah di wilayah tersebut sangat terasa. Irwan menyatakan, telah berulang kali melakukan koordinasi dalam upaya penanganan sampah, yang bukan hanya datang dari pengunjung tetapi juga sampah kiriman dari laut yang menyasar di wilayah yang dikelola oleh kelompok.

Dengan konsep wisata ekonomi keberlanjutan, tantangan perekonomian anggota kelompok menjadi fokus utama Irwan Syahril. Menurut Irwan, pemenuhan kebutuhan ekonomi kelompok sangat berdampak pada semangat anggota dalam upaya pelestarian ekosistem mangrove itu sendiri. Inovasi, dan penambahan fasilitas, sarana serta prasarana dalam meningkatkan ekonomi anggota kelompok.

•Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Hutan Mangrove yang merupakan penyangga wilayah pesisir, sebagai pelindung pantai dari abrasi dan gelombang besar, habitat berbagai jenis ikan, udang, kepiting dan burung, serta penyerap karbon yang efektif untuk membantu mengurangi dampak perubahan iklim.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 yang diperingati setiap tanggal 5 Juni menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terutama pengunjung agar lebih peka dalam menjaga kelestarian hutan mangrove. Irwan Syahril berpesan agar turut melibatkan diri dalam upaya pelestarian hutan mangrove di Pantai Mangrove Kampung Nipah.

“Walaupun tidak dapat terlibat langsung, setidaknya masyarakat memberikan semangat kepada kami untuk tetap dan tidak lelah dalam menjaga serta melestarikan ekosistem mangrove. Karena, semakin banyak yang menanam, menjaga dan merawat hutan mangrove, maka semakin banyak oksigen yang diproduksi dan dapat dinikmati semua orang,” katanya.

Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia (AP2SI) berpesan kepada masyarakat terutama Kelompok Tani Mangrove Muara Bambai, untuk tetap menjaga dan melestarikan ekosistem mangrove di wilayah mereka.

Lewat berbagai program yang sudah dan yang akan dijalankan, dapat berkontribusi dalam peningkatan ekonomi kelompok yang tidak pernah lelah untuk tetap melestarikan alam terutama ekosistem mangrove di Pantai Nipah, Kecamatan Perbaungan.

“Tanpa peran masyarakat, ekosistem tidak akan pernah tumbuh secepat ini, saya melihat banyak sekali perkembangan sangat drastis dibantu oleh masyarakat, harapannya nanti dapat dibantu oleh pemerintah, agar suara masyarakat juga dapat didengar dan segera mendapat bantuan yang saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” pungkas Hans.(ac-40)