Banda Aceh/INN.com
Ketua DPP Panglima Milenial Aceh, Teuku Musliadi, mendorong percepatan penyelesaian pembangunan dan penyerahan rumah hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. Penyelesaian program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk memastikan masyarakat segera memperoleh tempat tinggal yang aman, layak, dan bermartabat.
Teuku Musliadi menilai koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh instansi terkait menjadi faktor penting agar proses pembangunan dan serah terima Huntap dapat segera dituntaskan. Ia berharap berbagai kendala administratif maupun teknis yang masih tersisa dapat diselesaikan melalui komunikasi dan sinergi yang konstruktif.
Rumah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi fondasi bagi rasa aman, kepastian hidup, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, percepatan penyelesaian Huntap harus menjadi perhatian bersama,” ujar Teuku Musliadi.
Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat yang masih menantikan hunian tetap merupakan bagian dari semangat gotong royong dalam membangun Aceh yang lebih maju dan berkeadilan. Setiap program yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat harus terus dikawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga.
Teuku Musliadi juga menyampaikan dukungannya terhadap visi pembangunan nasional melalui Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, memperkuat ketahanan sosial, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh daerah.
Ia berharap penyelesaian Huntap di Pidie dan Pidie Jaya dapat menjadi contoh kolaborasi yang efektif antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
Yang dibutuhkan masyarakat hari ini adalah kepastian. Semoga seluruh proses dapat segera diselesaikan sehingga warga dapat menempati rumah yang telah lama mereka harapkan dan memulai kehidupan dengan lebih baik,” tutup Teuku Musliadi.
