SOMASI Duga Ada Upaya Menjatuhkan Nama Baik RSU Cut Meutia, Masyarakat Tetap Jadikan Rujukan Utama Pelayanan Kesehatan

LANGSA | Infonewsnusantara.com — Solidaritas Masyarakat Sipil (SOMASI) menyoroti pemberitaan yang berkembang terkait Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia di bawah naungan PT CMMN Langsa. Organisasi masyarakat sipil tersebut menduga terdapat pihak-pihak tertentu yang sengaja membangun opini negatif untuk menjatuhkan citra dan nama baik salah satu rumah sakit rujukan utama masyarakat di wilayah Langsa, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur.

Zulfadli ketua SOMASI menyampaikan bahwa RSU Cut Meutia selama ini telah memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Keberadaan rumah sakit tersebut tidak hanya menjadi pilihan bagi warga Kota Langsa, tetapi juga menjadi tujuan utama masyarakat dari berbagai daerah sekitar yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Selama ini masyarakat Langsa, Aceh Tamiang dan Aceh Timur menjadikan RSU Cut Meutia sebagai salah satu referensi utama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Ini membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat tidak dibangun dalam waktu singkat, tetapi melalui pengalaman dan pelayanan yang dirasakan langsung oleh pasien,” ujarnya.

Menurut nya, kritik terhadap sebuah lembaga pelayanan publik maupun swasta merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun, kritik harus disampaikan secara objektif, berdasarkan fakta, dan tidak diarahkan untuk merusak reputasi suatu institusi tanpa dasar yang jelas.

Kuta atas nama SOMASI mengingatkan bahwa rumah sakit merupakan lembaga yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Setiap isu yang berkembang harus dilihat secara bijaksana agar tidak menimbulkan keresahan dan mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

“Jangan sampai ada pihak yang sengaja memainkan isu tertentu sehingga masyarakat menjadi ragu terhadap rumah sakit yang selama ini telah menjadi tempat mereka berobat. Jika memang ada persoalan, mari diselesaikan dengan cara yang profesional melalui mekanisme yang benar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Chaidir Toweren yang juga penanggung jawab di SOMASI menilai RSU Cut Meutia memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di kawasan timur Aceh. Banyak masyarakat yang memilih rumah sakit tersebut karena faktor lokasi, fasilitas, tenaga medis, serta pengalaman pelayanan yang mereka rasakan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa RSU Cut Meutia bukan sekadar fasilitas kesehatan, tetapi juga bagian dari kebutuhan dasar masyarakat yang keberadaannya sangat penting.

Dirinya juga meminta semua pihak agar tidak mudah membuat kesimpulan sepihak terhadap suatu persoalan yang belum terbukti kebenarannya. Menurut mereka, penyebaran informasi yang tidak berimbang dapat berdampak buruk terhadap tenaga kesehatan, manajemen rumah sakit, hingga masyarakat yang membutuhkan layanan medis.

“Nama baik sebuah rumah sakit dibangun oleh kerja keras banyak pihak, mulai dari dokter, perawat, tenaga administrasi hingga seluruh karyawan. Jangan karena kepentingan tertentu, kemudian semua kerja keras itu dirusak oleh isu yang belum jelas kebenarannya,” kata Chaidir.

Dalam pandangan kami sebagai keterwakilan masyarakat, persaingan antar fasilitas kesehatan merupakan hal yang biasa. Namun, persaingan tersebut harus berlangsung secara sehat dengan mengedepankan peningkatan kualitas pelayanan, bukan dengan cara menjatuhkan pihak lain.

Masyarakat, kata SOMASI, tentu memiliki hak untuk memilih tempat berobat sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan mereka. Akan tetapi, pilihan masyarakat selama ini terhadap RSU Cut Meutia menunjukkan adanya tingkat kepercayaan yang cukup tinggi.

“Kalau memang pelayanan tidak baik, masyarakat sendiri yang akan menilai. Tetapi fakta di lapangan menunjukkan banyak masyarakat dari berbagai daerah tetap memilih RSU Cut Meutia. Ini harus dihormati sebagai bentuk kepercayaan publik,” ungkapnya.

SOMASI berharap manajemen PT CMMN Langsa tetap fokus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat komunikasi dengan masyarakat, serta membuka ruang transparansi apabila terdapat masukan maupun kritik.

Menurut SOMASI, rumah sakit yang besar bukanlah rumah sakit yang tidak pernah mendapat kritik, tetapi rumah sakit yang mampu menerima kritik dan terus melakukan perbaikan demi kepentingan masyarakat.

Di sisi lain, SOMASI juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Masyarakat diminta untuk melihat persoalan secara objektif dan memberikan kesempatan kepada pihak rumah sakit untuk memberikan klarifikasi terhadap setiap isu yang muncul.

“RSU Cut Meutia adalah aset pelayanan kesehatan yang sangat penting bagi masyarakat wilayah timur Aceh. Jangan sampai ada kepentingan tertentu yang mengorbankan kepentingan masyarakat luas,” SOMASI menutup keterangannya .

Dengan semakin berkembangnya kebutuhan pelayanan kesehatan, keberadaan rumah sakit yang dipercaya masyarakat harus terus dijaga bersama. Kritik tetap diperlukan, tetapi upaya menjatuhkan nama baik tanpa dasar justru dapat merugikan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan berkualitas. (41135)