Aceh Tengah-Infonewsnusantara.com
Upaya pemulihan akses transportasi bagi masyarakat di wilayah pedalaman terus dilakukan. Sebanyak 25 personel Yonif TP 854/DK Brigif TP 90/YGD diterjunkan untuk membantu pembangunan jembatan rangka baja tipe Bailey yang menghubungkan Kampung Reje Payung dengan wilayah Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.
Jembatan yang dibangun secara gotong royong tersebut memiliki panjang sekitar 110 meter, lebar 1,5 meter, serta ketinggian sekitar 4,5 meter dari permukaan air. Infrastruktur sementara itu dirancang untuk mendukung mobilitas masyarakat dan membantu pemulihan akses yang terdampak pascabencana yang terjadi pada tahun 2025 lalu.
Selain terlibat dalam pembangunan jembatan, personel TNI juga membantu warga menyeberangkan anak-anak sekolah dan masyarakat yang harus melintasi sungai selama proses pembangunan berlangsung. Kehadiran personel di lapangan mendapat apresiasi dari warga karena membantu memperlancar aktivitas sehari-hari yang sebelumnya mengalami hambatan akibat rusaknya akses penghubung.
Wadanyon Yonif TP 854/DK Brigif TP 90/YGD, Kapten Inf Wayan Wisnawa, T.T.Han., M.H.I., melalui Sersan Satu Windra Bajaupan selaku Pokko 3 Ton Morse Kompi Bantuan Yonif TP 854/DK Brigif TP 90/YGD, Senin (15/6/2026), mengatakan bahwa keterlibatan personel TNI merupakan bagian dari komitmen membantu masyarakat dalam percepatan pemulihan pascabencana.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian TNI kepada masyarakat. Kami berupaya membantu mempercepat pemulihan akses agar aktivitas warga, termasuk pendidikan, ekonomi, dan pelayanan sosial, dapat kembali berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan jembatan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan faktor keselamatan kerja serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait. Selama hampir dua bulan pelaksanaan, personel TNI bersama masyarakat setempat bahu-membahu menyelesaikan berbagai tahapan pekerjaan di lapangan.
Keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu menjadi solusi sementara maupun pendukung akses transportasi masyarakat hingga pembangunan infrastruktur permanen dapat direalisasikan sesuai kewenangan pemerintah. Akses yang kembali terbuka diyakini akan memberikan dampak positif terhadap pergerakan orang dan barang serta mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Semangat gotong royong yang terjalin antara TNI dan masyarakat menjadi cerminan kuatnya kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan pascabencana. Kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemulihan daerah membutuhkan kerja sama seluruh pihak demi terwujudnya pelayanan dan akses yang lebih baik bagi masyarakat.(*)
