Deli Serdang | InfoNewsNusantara.com
Seorang guru ngaji berinisial HT berjuang melawan peredaran narkoba di kampungnya di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (15/05/2026).
Ia menilai peredaran narkoba di wilayah tersebut sudah marak dan meresahkan warga masyarakat, termasuk dirinya.
Aksi HT menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.
Dalam video tersebut yang beredar viral di media sosial, ia menyampaikan keresahannya kepada pemerintah setempat dan melarang para pelaku beraktivitas disekitar rumah Tahfiz Al-Qur’an Ar-Rahmah, tempat ia mengajar anak-anak.
•Polisi Tangkap Dua Pelaku.
Menindak lanjuti laporan tersebut, Polresta Deli Serdang turun ke lokasi dan menangkap dua orang yang diduga pengedar narkoba berinisial AA dan AS.
Keduanya diamankan pada Selasa (12/05/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
•Sempat Dapat Teror dan Intimidasi.
Namun, setelah penangkapan tersebut, HT mengaku mendapat teror dan tekanan dari keluarga pelaku.
Rumahnya yang diduga dirusak dan dilempari oleh pihak keluarga pelaku.
Dalam video tersebut yang beredar di media sosial, HT juga sempat meminta pertolongan kepada Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto.
•Polisi Beri Pengamanan.
Pihak kepolisian langsung turun tangan untuk meredam situasi dan memberikan pengamanan kepada HT.
“Kemarin itu pertama sudah diamankan pelakunya. Kemudian dia (Guru Ngaji) kena intimidasi sama keluarga pelaku inilah. Jadi langsung ke sana datang patroli untuk meredam semua. Langsung hari itu diberi pengamanan dia (Guru Ngaji). Makanya datang polisi ke rumahnya karena sudah ribut-ribut di rumah itu, langsung kita beri pengamanan lah,” kata Kasi Humas Polresta Deli Serdang, Iptu. JM Gabe Napitupulu kepada wartawan, pada Kamis (14/05/2026).
•HT Berterima Kasih.
HT mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam menangani kasus tersebut.
“Saya berterima kasih kepada kepolisian di Kabupaten Deli Serdang, terkhusus Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kota (Polresta) Deli Serdang yang sudah cepat dan siap melakukan penangkapan di area rumah Tahfiz Al-Qur’an saya. Saya sangat berterima kasih dan saya berharap ke depannya jangan putus sampai disini, tolong bantu saya untuk tindak lanjut selanjutnya untuk mencegah narkoba ini. Saya berharap tidak lagi mereka menjual narkoba di depan anak-anak. Saya melindungi anak-anak, bukan anak saya saja tapi anak-anak murid ngaji saya, tolong bantu saya,” kata HT kepada wartawan, Jumat (15/05/2026).
Selain pengamanan, HT juga mendapat bantuan berupa Al-Qur’an untuk rumah Tahfiz tempat ia mengajar.
“Kita kasih juga Al-Qur’an sebagai apresiasi kita untuk anak-anak. Ucapan terima kasih kita juga sudah mau membantu Polri memberikan informasi,” kata Gabe.(***)
