Jakarta : Dr. Iswadi mengajak seluruh masyarakat untuk semakin bijak dalam menggunakan media sosial serta menjaga etika komunikasi di ruang digital. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat harus diiringi dengan kesadaran masyarakat untuk menggunakan media digital secara bertanggung jawab, santun, dan memberikan manfaat bagi banyak orang.
Pesan tersebut disampaikan Dr. Iswadi sebagai bentuk kepedulian terhadap semakin besarnya peran media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini, media sosial tidak hanya menjadi sarana untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi, tetapi juga menjadi ruang publik yang dapat memengaruhi cara pandang, sikap, bahkan hubungan sosial di tengah masyarakat.
Dr. Iswadi menilai kebebasan menyampaikan pendapat di ruang digital harus tetap dibarengi dengan tanggung jawab. Setiap pengguna media sosial perlu memahami bahwa apa yang disampaikan melalui unggahan, komentar, maupun pesan digital dapat memberikan dampak kepada orang lain.
Ruang digital adalah ruang bersama. Karena itu, kita harus menjaga etika dalam berkomunikasi, menghormati perbedaan pendapat, dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum tentu benar,ujar Dr. Iswadi.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan media sosial sebagai tempat untuk menyebarkan ujaran kebencian, fitnah, penghinaan, maupun provokasi. Perbedaan pilihan, pandangan, latar belakang, dan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, perbedaan tersebut seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling menyerang atau merendahkan di dunia maya.
Menurut Dr. Iswadi, salah satu tantangan terbesar di era digital adalah cepatnya penyebaran informasi. Sebuah informasi dapat diteruskan kepada banyak orang hanya dalam hitungan detik. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memilah dan memverifikasi informasi sebelum mempercayai maupun membagikannya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk membiasakan diri melakukan pemeriksaan terhadap sumber informasi sebelum menekan tombol bagikan Sikap kritis tersebut penting untuk mencegah penyebaran berita bohong atau informasi yang menyesatkan.
Jangan sampai jari kita lebih cepat daripada pikiran kita. Sebelum membagikan sebuah informasi, pastikan terlebih dahulu kebenaran dan sumbernya. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran informasi yang merugikan orang lain, tegasnya.
Selain menghindari penyebaran informasi palsu, Dr. Iswadi juga menekankan pentingnya menggunakan bahasa yang santun dalam berkomunikasi di media sosial. Menurutnya, perbedaan pendapat dapat disampaikan dengan cara yang argumentatif tanpa harus menggunakan kata kata kasar atau merendahkan pihak lain.
Ia berharap masyarakat dapat menjadikan media sosial sebagai sarana untuk membangun komunikasi yang sehat, memperluas wawasan, memperkuat solidaritas, serta menyebarkan informasi yang edukatif dan inspiratif.
Dr. Iswadi juga mengajak orang tua, pendidik, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lainnya untuk bersama sama memberikan edukasi mengenai etika digital. Menurutnya, literasi digital bukan hanya kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga kemampuan memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan di ruang digital.
Literasi digital harus kita bangun bersama. Anak-anak dan generasi muda perlu mendapatkan contoh bahwa teknologi dapat digunakan untuk hal hal positif. Kita harus membangun budaya digital yang sehat, bukan budaya saling menghujat, katanya.
Ia menambahkan, menciptakan ruang digital yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, komunitas, media, serta pengguna media sosial memiliki peran masing-masing dalam menjaga kualitas komunikasi di dunia maya.
Dr. Iswadi berharap ajakan tersebut dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya tidak menghilangkan nilai nilai kesopanan, persaudaraan, dan saling menghormati yang menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Gunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan. Berbeda pendapat boleh, tetapi tetap saling menghormati. Kritik boleh, tetapi jangan menghina. Mari kita jadikan ruang digital sebagai tempat yang mencerdaskan, bukan memecah belah, pungkas Dr. Iswadi.
Melalui pesan tersebut, Dr. Iswadi mengajak masyarakat untuk bersama sama membangun budaya bermedia sosial yang lebih bijak, santun, kritis, dan bertanggung jawab. Dengan etika yang baik serta kesadaran dalam menggunakan teknologi, ruang digital diharapkan dapat menjadi wadah yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman.##
