Bener Meriah|INN.com
Komitmen pemerintah dalam menjaga konektivitas infrastruktur dan keselamatan masyarakat terus ditunjukkan melalui langkah cepat yang dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh terhadap kondisi kerusakan berat Jembatan Enang-Enang yang saat ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan keterangan dari Kasatker Wilayah III BPJN Aceh, M. Abdul Aziz, penanganan permanen terhadap Jembatan Enang-Enang direncanakan mulai memasuki tahap desain hingga pelaksanaan pekerjaan pada tahun 2027–2028, mengingat tingkat kerusakan jembatan yang sangat berat dan membutuhkan penanganan teknis secara menyeluruh.
Menurut BPJN Aceh, kondisi eksisting jembatan tidak lagi memungkinkan untuk dilalui kendaraan karena terdapat bagian konstruksi yang telah roboh, disertai dua titik badan jalan yang mengalami kerusakan serius hingga putus. Situasi tersebut dinilai sangat berisiko dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan apabila dipaksakan untuk dilintasi.
Sebagai bentuk respons cepat guna menjaga kesinambungan mobilitas masyarakat, BPJN Aceh telah membuka sekaligus membangun akses jalan alternatif Werlah–Weh Porah sepanjang sekitar 4 kilometer sebagai pengganti jalur Enang-Enang. Pada tahun ini, pemerintah juga tengah membangun dua unit jembatan di jalur alternatif tersebut guna memastikan kelancaran akses transportasi masyarakat.
BPJN Aceh juga berencana melakukan pelebaran serta perbaikan ruas jalan alternatif dalam waktu dekat guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Meski berstatus jalan daerah, dukungan tetap diberikan sebagai bagian dari upaya menjaga aksesibilitas masyarakat secara berkelanjutan.
BPJN Aceh juga meluruskan sejumlah informasi yang berkembang di masyarakat terkait kondisi jalur Enang-Enang. Berdasarkan hasil evaluasi teknis di lapangan, jalan tersebut dinyatakan belum aman dilalui karena masih terdapat titik rawan yang berpotensi resiko, bila para pengendara memaksakan melintas.
BPJN mengimbau masyarakat untuk sementara menggunakan jalur alternatif Werlah–Weh Porah yang telah disiapkan pemerintah hingga proses penanganan permanen terhadap Jembatan Enang-Enang dapat direalisasikan.
Langkah yang dilakukan BPJN Aceh dinilai mencerminkan pendekatan pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada percepatan konektivitas, tetapi juga mengedepankan aspek keselamatan publik, mitigasi risiko, dan keberlanjutan akses transportasi masyarakat di wilayah terdampak.
