JAKARTA/INN.com
Tokoh muda nasional, Arief Martha Rahadyan, B.Sc., M.Sc,menyampaikan apresiasi terhadap perluasan MBG yang menjadi salah satu fondasi generasi masa depan bangsa. Perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat dari tingkat bawah.
Hingga 22 Mei 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat program ini telah menjangkau 62.454.064 penerima manfaat, meliputi peserta didik, balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga santri di berbagai daerah Indonesia.
Program Makan Bergizi Gratis ini merupakan investasi jangka panjang negara. Ketika akses gizi diperkuat sejak usia dini, sesungguhnya pemerintah sedang membangun kualitas manusia Indonesia untuk masa depan,” ujar Arief.
Berdasarkan data pemerintah, kelompok penerima terbesar berasal dari peserta didik sebanyak 48.350.393 orang atau sekitar 76,1 persen dari total sasaran nasional. Selain itu, MBG juga menjangkau 6.303.775 balita, 2.066.533 ibu menyusui, 868.259 ibu hamil, serta 644.664 santri. Program ini ditopang oleh 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melibatkan sekitar 1,28 juta tenaga kerja dan didukung 142.387 pemasok, termasuk 59.921 UMKM, koperasi, dan BUMDes di berbagai wilayah.
Besarnya keterlibatan pelaku usaha lokal menunjukkan bahwa MBG telah berkembang menjadi penggerak ekonomi berbasis komunitas yang menciptakan efek berantai terhadap masyarakat.MBG sebuah ekosistem ekonomi rakyat yang menghubungkan petani, UMKM, koperasi, hingga rantai pasok lokal. Ketika ekonomi bawah bergerak, dampaknya akan jauh lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
