LANGSA | Infonewsnusantara.com — Sejumlah karyawan Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia membantah pemberitaan yang menyebutkan adanya keluhan dari pekerja terkait besaran gaji yang diterima saat ini. Para karyawan menegaskan informasi yang beredar di salah satu portal media online tersebut tidak pernah berasal dari mereka dan dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lingkungan RSU Cut Meutia.
Karyawan RSU Cut Meutia yang terdiri dari tenaga medis, perawat, tenaga administrasi, serta karyawan dengan status orientasi dan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) menyampaikan bahwa selama ini mereka tidak pernah mempersoalkan maupun menolak besaran upah yang telah diterima.
Sebelumnya, dalam pemberitaan yang beredar disebutkan bahwa sejumlah pekerja dengan status PKWT mengaku hanya menerima upah bersih sekitar Rp860 ribu per bulan setelah pemotongan iuran BPJS. Pemberitaan tersebut juga menyebutkan bahwa penghasilan yang diterima tidak sebanding dengan beban dan tanggung jawab pekerjaan.
Namun, para karyawan RSU Cut Meutia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak pernah dikonfirmasi langsung kepada mereka sebagai pihak yang menjalankan pekerjaan di rumah sakit tersebut.
“Kami merasa perlu meluruskan bahwa berita tersebut bukan berasal dari kami. Tidak pernah ada karyawan yang mempertanyakan ataupun menyampaikan keberatan terkait upah yang kami terima. Sejak awal penerimaan kerja, seluruh ketentuan mengenai hak dan kewajiban sudah dijelaskan secara terbuka oleh manajemen,” ujar Dr. Durra sadrina Hasan seorang perwakilan karyawan.
Menurut mereka, baik karyawan orientasi maupun karyawan kontrak memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pembayaran sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Selain menerima honor, karyawan juga mendapatkan pembayaran uang lembur sesuai aturan yang berlaku.
“Kami bekerja berdasarkan kesepakatan yang jelas. Kami memahami tanggung jawab dan beban kerja yang diberikan. Bagi kami, upah yang diterima sudah sesuai dengan pekerjaan yang kami jalankan,” ungkapnya.
Para karyawan juga mempertanyakan munculnya pemberitaan yang membawa nama pekerja RSU Cut Meutia tanpa adanya proses klarifikasi atau wawancara langsung kepada pihak yang bersangkutan.
“Kami bingung, karena pihak yang memberitakan tidak pernah datang dan bertanya langsung kepada kami. Kalau memang ingin mengetahui kondisi sebenarnya, kami siap memberikan penjelasan secara terbuka,” tambah dokter yang lainnya .
Lebih lanjut, karyawan menyampaikan apresiasi terhadap manajemen PT CMMN yang selama ini dinilai memberikan perhatian kepada para pekerja. Menurut mereka, selain memberikan hak utama berupa upah, manajemen juga memberikan sejumlah tambahan fasilitas dan perhatian kepada karyawan.
Beberapa bentuk perhatian tersebut di antaranya pemberian uang meugang menjelang bulan Ramadan, Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Idulfitri, serta kompensasi atau insentif tahunan yang diberikan sejak manajemen baru memimpin PT CMMN.
Tidak hanya itu, karyawan juga menyampaikan bahwa meskipun berstatus kontrak, manajemen memberikan fasilitas tambahan terkait pelayanan kesehatan bagi keluarga inti karyawan, seperti suami atau istri, anak, serta orang tua maupun mertua.
“Secara aturan mungkin fasilitas yang kami dapatkan berada pada kelas tertentu, tetapi manajemen memberikan kebijakan dan perhatian lebih dengan meningkatkan fasilitas tersebut. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian manajemen kepada kami,” jelasnya.
Para karyawan menilai jika memang kondisi kerja dan kesejahteraan di RSU Cut Meutia tidak sesuai, tentu tidak mungkin banyak pekerja yang tetap ingin melanjutkan kontrak kerja maupun kembali bekerja setelah masa kontrak berakhir.
“Kalau memang rumah sakit ini tidak memberikan perhatian dan hak yang layak, tentu kami tidak akan meminta untuk kembali bekerja. Kami tetap ingin berada di sini karena kami melihat ada komitmen manajemen dalam memperhatikan karyawan,” tegas tenaga medis lainnya.
Terkait isu pemotongan BPJS yang disebut menjadi salah satu penyebab berkurangnya pendapatan bersih karyawan, mereka menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan ketentuan pemerintah yang berlaku secara nasional.
“Karyawan hanya dibebankan sesuai aturan, sementara sebagian besar iuran BPJS ditanggung oleh perusahaan. Jadi bukan kebijakan sepihak dari rumah sakit,” katanya kembali.
Para karyawan RSU Cut Meutia juga menyatakan keberatan apabila pemberitaan yang tidak berimbang dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap rumah sakit yang selama ini menjadi salah satu rujukan masyarakat Kota Langsa, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur.
“Kami atas nama dokter, perawat, dan tenaga administrasi merasa terganggu dengan pemberitaan tersebut karena dapat mencoreng nama baik RSU Cut Meutia. Kami berharap setiap informasi yang berkaitan dengan rumah sakit maupun karyawan harus melalui proses konfirmasi agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ujar mereka serentak.
Sementara itu, salah seorang pejabat RSU Cut Meutia yang memiliki kewenangan dalam bidang pengadaan obat-obatan turut memberikan penjelasan terkait isu lain yang berkembang mengenai kerja sama dengan pihak rekanan.
Ia menegaskan bahwa PT CMMN selaku pengelola RSU Cut Meutia tidak pernah melakukan diskriminasi terhadap perusahaan maupun rekanan yang ingin bekerja sama.
“Siapa saja dan perusahaan mana saja dipersilakan mengajukan kerja sama. Namun tentu harus mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku. Tidak boleh ada pihak yang membuat aturan sendiri di luar ketentuan perusahaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh proses pengadaan dan kerja sama dilakukan berdasarkan prinsip profesionalitas, transparansi, serta mengikuti standar operasional yang telah ditetapkan.
Manajemen dan karyawan RSU Cut Meutia berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dikonfirmasi kebenarannya. Mereka mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga nama baik institusi kesehatan yang selama ini telah memberikan pelayanan kepada masyarakat luas.
“Kami terbuka terhadap kritik dan masukan yang membangun. Namun kami juga berharap pemberitaan dilakukan secara berimbang dengan memberikan ruang klarifikasi kepada pihak yang menjadi objek pemberitaan,” tutupnya. (Tim)
