PIDIE/INN.com
Sigli-Yayasan Citra Karsa Garuda Nusantara (YCKGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, terus memperkuat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif.
YCKGN yang berlokasi di Jalan Sanggeu–Reubee Bambong, Gampong Keutapang Bambong, Kecamatan Delima, YCKGN kembali mendistribusikan menu makan bergizi bagi peserta didik pada Selasa, 19 Mei 2026, dengan komposisi menu yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian secara seimbang.
Menu yang disajikan meliputi nasi putih, telur lado bulat sebagai sumber protein utama, sop makaroni berpadu wortel dan buncis yang kaya vitamin dan serat, tahu goreng sebagai protein nabati, serta buah jeruk guna mendukung asupan vitamin C dan daya tahan tubuh.
Pihak mitra penyelenggara,Isfandiar menyampaikan bahwa setiap komponen menu disusun tidak semata untuk memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga memperhatikan keseimbangan zat gizi makro dan mikro yang penting dalam mendukung konsentrasi belajar, pertumbuhan fisik, serta ketahanan kesehatan anak.
Berdasarkan informasi nilai gizi yang dihimpun, porsi besar pada menu MBG hari ini mengandung energi sebesar 561,0 kilokalori, protein 27,5 gram, lemak 19,6 gram, karbohidrat 66,0 gram, dan serat 13,8 gram. Sementara porsi kecil mengandung energi 542,2 kilokalori, protein 27,1 gram, lemak 19,6 gram, karbohidrat 61,5 gram, serta serat 13,7 gram.
Komposisi tersebut menunjukkan perhatian serius terhadap pemenuhan kebutuhan gizi yang proporsional, khususnya dalam memastikan kecukupan protein sebagai fondasi penting bagi perkembangan kognitif dan pertumbuhan anak usia sekolah.
Program MBG yang dijalankan YCKGN di Delima Pidie dipandang sebagai langkah strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional, terutama dalam menekan angka malnutrisi, meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik, dan memperkuat fondasi generasi emas Indonesia menuju 2045.
Selain aspek kesehatan, program ini juga diyakini memiliki efek berganda terhadap penguatan ekonomi lokal melalui pemanfaatan bahan pangan yang melibatkan rantai pasok masyarakat sekitar. Dengan demikian, MBG tidak hanya hadir sebagai program pemenuhan kebutuhan makan, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan sosial-ekonomi yang berorientasi jangka panjang.
M.Nasir,pengawas YCKGN menegaskan komitmennya akan terus menjaga kualitas layanan pemenuhan gizi melalui standar penyajian yang higienis, pengawasan mutu bahan pangan, serta penyusunan menu berbasis kebutuhan nutrisi yang terukur, demi memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh peserta didik dan masyarakat secara luas,’tutupnya.
