Berita  

Jadup Korban Banjir di Aceh Tamiang Belum Cair Merata, Warga Resah: “Apa Harus Mengadu ke Langit?”

Aceh Tamiang | InfonewsNusantara.com — Bantuan jatah hidup (jadup) bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang hingga kini disebut belum cair secara merata. Kondisi tersebut memicu keresahan masyarakat yang telah menunggu kepastian selama hampir lima bulan pascabencana.

Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (TAMPERAK) bersama Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PEPABRI) Aceh Tamiang turut mempertanyakan lambannya proses pencairan bantuan tersebut. Mereka menilai alasan verifikasi dan validasi data penerima yang terus disampaikan belum mampu menjawab keresahan masyarakat.

Ketua TAMPERAK sekaligus Sekretaris PEPABRI Aceh Tamiang, Purnawirawan TNI Zulsyafri, menegaskan bahwa lambannya pencairan bantuan mencerminkan lemahnya transparansi dan komunikasi dari pihak terkait.
“Ini menjadi perhatian serius kami. Masyarakat membutuhkan kejelasan dan kepastian, terutama terkait hak mereka atas bantuan pascabencana,” ujar Zulsyafri dalam pernyataannya, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, pemerintah perlu segera memberikan penjelasan resmi terkait kendala yang menyebabkan bantuan jadup belum terealisasi secara menyeluruh kepada masyarakat terdampak banjir.

Selain itu, TAMPERAK dan PEPABRI juga mendesak adanya keterbukaan data penerima manfaat serta transparansi mekanisme penyaluran bantuan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Kami meminta pemerintah segera menyampaikan timeline yang jelas terkait pencairan bantuan. Jangan sampai masyarakat terus dibiarkan menunggu tanpa kepastian,” tegasnya.

Kekecewaan juga disampaikan sejumlah warga yang mengaku hingga saat ini belum menerima bantuan yang dijanjikan. Mereka mengaku bingung harus mengadu kepada siapa terkait ketidakjelasan tersebut.

“Hingga Senin ini bantuan yang dinantikan masyarakat belum juga ada kejelasan terealisasinya, meskipun bencana sudah berlalu sekitar lima bulan. Apa kami harus mengadu ke langit?” ujar salah seorang warga dengan nada kesal.

Masyarakat menilai kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar dan memicu dugaan adanya persoalan dalam mekanisme penyaluran bantuan di Aceh Tamiang.

TAMPERAK dan PEPABRI juga menyatakan dukungannya terhadap masyarakat serta para Datok Penghulu yang sebelumnya telah menyuarakan persoalan tersebut. Sikap itu dinilai sebagai representasi langsung dari keresahan warga yang menuntut keadilan dan kepastian atas hak mereka sebagai korban bencana.

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera mengambil langkah konkret agar bantuan jadup dapat segera disalurkan secara merata dan tepat sasaran.(zs)