HUT ke-821 Banda Aceh, STI Aceh Nilai Pesta Rakyat Perkuat Ekonomi dan Daya Saing UMKM

Banda Aceh|INN.com

Ketua Saudara Tani Indonesia (STI) Provinsi Aceh, Muammar Saputra, menilai peringatan Hari Ulang Tahun ke-821 Banda Aceh berlangsung sukses, bermartabat, dan memberi dampak nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Muammar menyampaikan bahwa pesta rakyat yang digelar merupakan ruang strategis untuk menggerakkan roda ekonomi lokal. Perayaan ini telah menunjukkan wajah kota yang hidup, inklusif, dan produktif. UMKM tumbuh, perputaran ekonomi meningkat, dan masyarakat merasakan langsung manfaatnya,” ujarnya.

Muammar juga menyampaikan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran kepemimpinan Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal yang dinilai konsisten mendorong program pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Program “UMKM Bangkit” disebut sebagai salah satu inisiatif konkret yang berhasil mengakselerasi pertumbuhan pelaku usaha lokal, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing produk daerah.

Namun demikian, STI Aceh juga menyoroti munculnya kegaduhan yang dinilai berasal dari oknum-oknum tertentu yang berupaya mendiskreditkan penyelenggaraan kegiatan tersebut. Muammar menilai kritik yang tidak konstruktif berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan merusak semangat kolektif masyarakat.

Sudah menjadi pengetahuan publik bahwa sebagian pihak yang terus menggulirkan narasi negatif merupakan kelompok yang memiliki kepentingan politik, termasuk sisa dinamika pasca Pilkada 2024. Kritik adalah hal wajar dalam demokrasi, tetapi harus disampaikan secara objektif, berbasis data, dan tidak mengarah pada upaya delegitimasi,” tegasnya.

Peringatan HUT Kota Banda Aceh ke-821 justru merupakan simbol capaian pembangunan daerah yang patut diapresiasi. Ia menolak anggapan bahwa kegiatan tersebut tidak bermanfaat, seraya menekankan bahwa dampak ekonominya nyata dan terukur.

Ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah investasi sosial dan ekonomi. Ketika UMKM bergerak, maka kesejahteraan masyarakat ikut meningkat. Ini adalah prestasi bersama warga Banda Aceh,” lanjut Muammar.

Ketua STI Aceh juga mendorong agar skala pesta rakyat ke depan dapat diperbesar dengan konsep yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Hal ini diyakini akan semakin memperkuat posisi Banda Aceh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayah barat Indonesia.

Muammar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas daerah serta mendukung program-program pembangunan yang berpihak pada rakyat. “Momentum kebangkitan UMKM di Banda Aceh harus kita jaga bersama. Jangan biarkan kepentingan sempit menghambat kemajuan yang sudah mulai terlihat nyata,” pungkasnya.