SINABANG Info News Nusantara.com Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh, Brigjen Pol Dr. Dedy Tabrani, S.IK., M.Si., melakukan kunjungan kerja ke Pulau Simeulue.
Kedatangan Kepala BNN Aceh tersebut disambut langsung oleh Ketua DPRK Simeulue, Rasmanudin H Rahamin, SE.,MM, bersama Forkopimda di Bandara Lasikin, Simeulue.
Usai penyambutan di bandara, rombongan melanjutkan agenda seremoni di Pendopo Bupati Simeulue.
Dalam kesempatan bincang-bincang bersama Brigjen Pol Dr. Dedy Tabrani, Ketua DPRK Simeulue Rasman menyampaikan kondisi terkini Simeulue, khususnya terkait keresahan masyarakat terhadap penyalahgunaan narkoba.
Rasman menyebutkan, dirinya menerima sejumlah pengaduan masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan narkoba yang mulai meresahkan lingkungan keluarga dan masyarakat.
Menurut Rasman, laporan tersebut menjadi peringatan serius bahwa semua pihak harus bergerak bersama untuk mencegah penyalahgunaan narkoba agar tidak merusak masa depan generasi muda Simeulue.
“Pengaduan masyarakat ini harus menjadi perhatian serius. Kita tidak boleh menunggu generasi muda Simeulue rusak akibat narkoba,” ujar Rasman.
Rasman menegaskan, momentum kunjungan Kepala BNN Aceh ke Simeulue harus menjadi awal penguatan komitmen bersama dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Ia juga menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah disampaikan secara khusus kepada Bupati Simeulue, Muhammad Nasrun, agar menjadi perhatian bersama pemerintah daerah.
“Kedatangan Kepala BNN Aceh ini harus menjadi awal perang terhadap narkoba di Simeulue. Simeulue harus menjadi daerah yang sepenuhnya bersih dari narkoba,” tegas Rasman.
Rasman berharap, kehadiran Brigjen Pol Dr. Dedy Tabrani di Simeulue dapat memperkuat sinergi antara BNN, Pemerintah Kabupaten Simeulue, DPRK Simeulue, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dilakukan oleh aparat, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang dimulai dari keluarga, sekolah, lingkungan, dan masyarakat.
“Kalau kita diam, yang menjadi korban adalah anak-anak kita, generasi muda kita, dan masa depan Simeulue,” katanya.
Rasman juga mengajak masyarakat untuk tidak takut melapor apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.
Ia menilai, keberanian masyarakat dalam memberikan informasi merupakan bagian penting dari upaya menyelamatkan Simeulue dari ancaman narkoba.
Dengan adanya kunjungan Kepala BNN Aceh tersebut, Rasman berharap Simeulue semakin serius membangun sistem pencegahan, pengawasan, dan edukasi bahaya narkoba secara berkelanjutan.
“Simeulue harus bersih dari narkoba.,” tutup Rasman.
