Bupati Monas Buka Pra Pora Cabang Pencak Silat Wilayah II Tekankan Pencak Silat Warisan Budaya Nusantara

Simeulue info News Nusantara.com
Acara pembukaan Pra Pora Cabang Pencak Silat ini diawali laporan ketua panitia oleh Muhammad Isa Arsalam Kegiatan ini sejatinya direncanakan November 2025 Namun karena suatu hal, baru terlaksana hari ini 17 Mai 2026,Sebanyak 150 atlet dan official telah hadir Siap berlaga mulai 17 hingga 20 Mei 2026. Dalam laporannya Sebelas wasit juri dan tiga panitia teknis IPSI Prov Aceh besar Akan memimpin pertandingan dengan adil dan profesional” jelasnya

Alhamdulillah, seluruh peserta dalam keadaan sehat walafiat
Semoga betah dan selamat menikmati kuliner khas Simeulue
Kami mohon Bapak Bupati berkenan membuka resmi Prapora Pencak Silat Wilayah II di Kabupaten Simeulue tercinta ini demikian laporan panitia
” tutup Isa Arsalam

Selanjutnya Bupati Simeulue Muhammad Nasrun resmi membuka Pra Pora Cabang Pencak Silat Wilayah II di Kabupaten Simeulue dengan pemukulan Gong , Pembukaan dihadiri Forkopimda, Ketua DPRK, Kapolres, Dandim, Kajari, Ketua PN, serta hampir seluruh Kepala SKPK sebagai bentuk dukungan penuh terhadap pengembangan budaya dan olahraga daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Monas menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan. Ia mengingatkan para atlet bahwa lawan adalah sarana untuk mengukur dan meningkatkan prestasi, bukan musuh. “Menang atau kalah itu biasa. Yang kalah harus mendukung yang menang untuk lebih maju, dan yang menang harus jadi motivasi bagi yang kalah untuk bangkit di pertandingan berikutnya,” tegasnya.

Selain itu, Bupati Monas juga menyampaikan rencana pembinaan jangka panjang dengan mendorong adanya kelas dan guru pencak silat di sekolah-sekolah. Ia berharap langkah ini membuat warisan budaya Nusantara benar-benar hidup di kalangan generasi muda Simeulue. Pihak IPSI Provinsi menambahkan bahwa kejuaraan ini diharapkan menjadi agenda rutin agar lahir atlet-atlet unggul yang mampu bersaing hingga tingkat provinsi dan nasional
” imbuhnya”

Dalam penyampaian nya, seketaris IPSI Provinsi Aceh menegaskan bahwa pencak silat merupakan budaya bangsa yang harus dilestarikan. “Kalau Korea bangga dengan taekwondo, Jepang bangga dengan karate, seharusnya kita bangsa Indonesia bangga dengan pencak silat yang lahir dari rahim Nusantara,
” katanya.

Ia menyebut pencak silat sudah ada sejak zaman perjuangan kemerdekaan, namun perlahan mulai ditinggalkan, upaya menghidupkan kembali budaya ini terus didorong. Prestasi pencak silat Aceh juga disebut mengalami peningkatan signifikan sejak 2016, dan kini mampu sejajar dengan daerah di Pulau Jawa.

IPSI Provinsi Aceh berharap wilayah Pantai Barat Selatan, termasuk Simeulue, mampu bersaing dengan wilayah Timur dan Utara. Ia meminta para wasit dan juri untuk menjaring atlet-atlet terbaik dalam pertandingan ini.

“Kami berharap ini bukan agenda yang pertama. Ke depan akan ada kejuaraan-kejuaraan pencak silat berikutnya di bumi Simeulue Ini , kejuaraan resmi pertama, dan kami mohon agar selanjutnya diagendakan lagi agar lebih banyak hadir di sini, dengan harapan agar pencak silat sebagai budaya bangsa terus lestari dan prestasi pencak silat Aceh semakin meningkat” Jelasnya