MANYAK PAYED — INN.com
Kementerian Agama melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Manyak Payed melaksanakan tes kemampuan membaca Al-Qur’an bagi para calon Datok Penghulu (Kepala Desa) yang akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung sejak Senin, 17 hingga 19 November 2025 di kantor KUA Manyak Payed.
Sebanyak 42 calon Datok Penghulu dari 14 desa yang mengikuti Pilkades di Kecamatan Manyak Payed turut serta dalam uji baca Al-Qur’an ini. Seluruh peserta merupakan calon Datok beragama Islam, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam regulasi daerah.
Kepala KUA Manyak Payed, Zahlul Fuad, menjelaskan bahwa tes membaca Al-Qur’an merupakan persyaratan wajib yang harus diikuti oleh setiap calon Datok penghulu. Ketentuan ini merujuk pada amanah Qanun Aceh serta Qanun Kabupaten Aceh Tamiang terkait tata cara pemilihan Kepala Desa.
“Tes uji mampu membaca Al-Qur’an bagi calon Datok penghulu adalah persyaratan wajib sesuai amanah qanun. Hal ini untuk memastikan bahwa calon pemimpin gampong memiliki kemampuan dasar dalam membaca kitab suci,” ungkap Zahlul Fuad.
Ia menambahkan, pelaksanaan tes tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Bupati Aceh Tamiang yang menugaskan Kementerian Agama melalui KUA di setiap kecamatan untuk melakukan uji kemampuan baca Al-Qur’an bagi calon Datok yang mengikuti Pilkades serentak.
Ketua P2DP, Yuda Wastu, turut menambahkan bahwa untuk Desa Tualang Baru terdapat empat bakal calon Datok Penghulu yang telah terdaftar, yakni:
1. Samsul Bahri
2. Benny Syafrida, S.Sos.I
3. Ambia, S.Sos.I
4. Muhajir
Uji kemampuan baca Al-Qur’an tersebut juga menjadi bagian dari penilaian yang akan mempengaruhi kelayakan para calon. Tim penguji menilai peserta berdasarkan tiga kriteria utama.
“Ada tiga kriteria yang kita nilai: pertama adab peserta, kedua harkat dan mad pada bacaannya, dan ketiga makharijul huruf atau ketepatan pengucapan huruf,” tutup Zahlul Fuad.
Pelaksanaan tes baca Al-Qur’an ini diharapkan mampu menghadirkan calon pemimpin gampong yang tidak hanya kompeten secara administratif, tetapi juga memiliki pemahaman spiritual yang memadai sebagai modal dalam memimpin masyarakat.
