Operasi Tiga Hari Pencarian, Remaja 16 Tahun Korban Tenggelam di Sungai Desa Sena-Deli Serdang Belum Ditemukan

Teks Foto : Teks Foto : SISIR/Tim Basarnas Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Desa Sambirejo Timur dan Masyarakat masih menyisir aliran sungai di perbatasan Desa Sena dan Desa Sambirejo Timur, untuk mencari Syawaludin berusia (16 tahun) yang tenggelam pada Jumat (06/11/2026) sekitar pukul 15.00 WIB/(Doks Foto/Istimewa/InfoNewsNusantara.com)

Deli Serdang | InfoNewsNusantara.com — Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Desa Sambirejo Timur dan Masyarakat masih melakukan pencarian terhadap Syawaludin (16), Remaja asal Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan, yang dilaporkan tenggelam di Aliran Sungai Dusun X, Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (08/11/2026).

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Jumat (06/11/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Hingga Minggu (08/11/2026) dini hari atau memasuki operasi hari ketiga pencarian, keberadaan korban belum berhasil ditemukan.

Berdasarkan keterangan sejumlah teman korban, kejadian bermula setelah Syawaludin pulang sekolah. Korban bersama enam orang temannya kemudian mendatangi rumah korban untuk mengajaknya mandi di sungai yang berada disekitar perbatasan Desa Sena dan Desa Sambirejo Timur.

Setibanya di lokasi, korban langsung menceburkan diri ke sungai. Namun, setelah beberapa menit berada didalam air, Syawaludin tidak kunjung muncul ke permukaan. Melihat kejadian tersebut, teman-teman korban panik dan segera meminta pertolongan warga sekitar.

Mereka melaporkan Syawaludin tenggelam dan diketahui tidak bisa berenang.

Keterangan tersebut disampaikan salah seorang teman korban bersama Junaidi, warga masyarakat setempat saat ditemui di lokasi pada Sabtu (07/11/2026).

Kondisi air sungai saat kejadian dilaporkan sedang naik dengan arus cukup deras dan kedalaman yang membahayakan. Pada hari kejadian, pemerintah setempat berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) untuk melakukan pencarian. Tim penyelamat kemudian menyisir aliran sungai hingga ke sejumlah bagian tepian.

Di lokasi pencarian, orang tua korban, Muhammad Irfan, mengungkapkan kesedihan mendalam atas musibah yang menimpa anaknya. Ia mengaku tidak menyangka Syawaludin mau mengikuti ajakan teman-temannya untuk mandi di sungai, mengingat anaknya jarang mandi di sungai dan tidak bisa berenang.

“Saya heran, kenapa anak saya mau diajak mandi ke sungai. Padahal sebelumnya sudah saya ingatkan agar jangan mandi di sungai. Saat mendengar kabar anak saya tenggelam, hati saya sangat terpukul. Dari keterangan teman-temannya, anak saya melompat ke sungai dan setelah itu tidak muncul lagi sampai sekarang,” ungkap Muhammad Irfan kepada saat ditemui 1kabar.com di lokasi dengan nada sedih, Minggu (08/11/2026).

Ia juga menyampaikan kondisi istrinya yang selama ini sering sakit-sakitan semakin mengkhawatirkan setelah mendengar kabar tersebut.

“Saya memohon bantuan dari Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) agar anak saya secepatnya ditemukan. Kami sebagai orang tua hanya berharap Syawaludin bisa segera ditemukan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sambirejo Timur, Muhammad Arifin, turut menunjukkan kesungguhan dalam membantu pencarian warganya. Ia turun langsung bersama perangkat desa, kepala dusun, tim desa, dan masyarakat untuk menyisir aliran sungai.

Saat dikonfirmasi 1kabar.com pada Minggu (08/11/2026), Muhammad Arifin mengatakan pencarian masih terus dilakukan secara maksimal.

“Kami masih melakukan pencarian secara ekstra. Mudah-mudahan hari ini korban dapat segera ditemukan. Mari kita bersama-sama berdoa agar Syawaludin segera ditemukan,” kata Arifin.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika beraktivitas disekitar sungai.(inn40)