Jakarta|INN.com
Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan, tokoh muda nasional Arief Martha Rahadyan,B.Sc,.M.Sc. menyampaikan pesan kepada seluruh warga Indonesia, untuk menjadikan momen ini sebagai kesempatan terbaik untuk introspeksi diri sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Arief Martha Rahadyan secara tulus menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat muslim Indonesia atas segala khilaf dan kekhilafan, baik yang disengaja maupun tidak. Ia menyampaikan bahwa bulan suci Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membersihkan hati serta memperbaiki hubungan antar sesama.
Di penghujung Ramadan yang penuh berkah ini, Arief secara pribadi beserta keluarga memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya. Semoga segala amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT, dan kita dipertemukan kembali dengan Ramadan di tahun yang akan datang,” ujarnya.
Arief mengajak masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga semangat kebersamaan dan optimisme dalam menyambut Hari Raya. Idulfitri 1447H/2026 M,adalah momentum kemenangan spiritual yang harus disambut dengan hati yang bersih, penuh keikhlasan, dan rasa syukur.
Arief juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kedamaian di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Ia berharap suasana Idulfitri 1447H/2026 M,nantinya dapat menjadi penguat nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan saling menghargai.
Mari kita sambut Hari Raya ke depan ini dengan penuh suka cita, namun tetap penuh makna. Jadikan Idulfitri 1447H/2026 M, sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih berkontribusi bagi bangsa,” tambahnya.
Arief Martha Rahadyan meminta seluruh masyarakat untuk terus menebarkan kebaikan, menjaga persatuan, dan memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga momentum akhir Ramadan ini menjadi cahaya yang menerangi langkah setiap insan menuju kehidupan yang lebih baik, penuh berkah, dan diridhai oleh Allah SWT, “pungkasnya.
