Berita  

Ketua PJS Bener Meriah Desak Polisi Tangkap Pelaku Dugaan Penganiayaan Perempuan

BENER MERIAH – INN.com

Ketua Pro Jurnalis Media Siber (PJS) Kabupaten Bener Meriah, Kiki Arifa, menyoroti serius kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan yang terjadi di Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

“Apapun ceritanya, penganiayaan terhadap perempuan adalah kejahatan yang cukup serius dan tidak boleh dibiarkan terjadi lagi,” tegas Kiki Arifa kepada Tribune Indonesia, Rabu (5/11/2025).

Ia menegaskan, pihaknya mendesak Polres Bener Meriah agar segera menindak tegas pelaku tanpa pandang bulu. “Perempuan harus dilindungi, bukan disakiti. Hukum harus menjadi pelindung bagi korban, bukan hanya formalitas. Dengan penegakan hukum yang tegas, kejahatan serupa bisa diminimalisir ke depannya,” ujarnya.

Kiki juga berharap agar kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat luas. “Kita ingin polisi benar-benar hadir memberikan rasa aman bagi warga, terutama bagi kaum perempuan,” tambahnya.

Senada dengan itu, Lisma, calon advokat di Kabupaten Bener Meriah, turut mengecam keras tindakan penganiayaan tersebut. “Tidak pada tempatnya seorang laki-laki main hakim sendiri, apalagi terhadap mantan istrinya. Jika ada persoalan, selesaikan secara baik melalui musyawarah di desa atau jalur hukum. Negara kita adalah negara hukum, bukan negara yang membenarkan kekerasan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian diharapkan tidak menempuh jalur damai dalam kasus ini. “Proses hukum harus berjalan agar ada efek jera bagi pelaku dan calon pelaku lainnya. Perempuan harus merasa dilindungi, bukan justru disakiti di negeri ini,” tutup Lisma.

(Dian Aksara)