Strategi Pembangunan Ekonomi 2026, Mengoptimalkan Hilirisasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Jakarta|INN.com

Strategi Pembangunan Ekonomi 2026, telah ditetapkan dan difinalisasi oleh pemerintah Indonesia. Fokus utamanya adalah transformasi struktural ekonomi, penguatan kedaulatan pangan/energi, dan keberlanjutan hilirisasi dari tahun sebelumnya. Hilirisasi merupakan proses pengembangan industri yang berfokus pada peningkatan nilai tambah produk dan jasa, sehingga dapat meningkatkan pendapatan negara dan menciptakan lapangan kerja.

Dalam konteks ini, Tokoh/Politisi senior Partai Golkar Ridwan Hisjam berpendapat, untuk meningkatkan target dari kontribusi sektor industri terhadap PDB tahun 2026. Pemerintah dapat fokus pada pengembangan industri hilir yang memiliki potensi besar, seperti industri pengolahan mineral, industri kimia, dan industri manufaktur.

Menurut Ridwan Hidjam, pengembangan industri hilir ini dapat didukung oleh investasi yang signifikan dalam infrastruktur dan sumber daya manusia. “Diharapkan Pemerintah dapat lebih meningkatkan investasi dalam bidang pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia”, Ujarnya.

Selain itu, Ridwan Hisjam juga berpendapat. Bahwa Pemerintah dapat meningkatkan kerja sama internasional untuk meningkatkan akses ke pasar global dan teknologi yang lebih maju. Hal ini dapat dilakukan melalui perjanjian perdagangan bebas dan kerja sama bilateral dengan negara-negara lain, Jum’at (23/01/2026).

Pengoptimalan hilirisasi juga dapat didukung oleh kebijakan yang kondusif dan stabil, sehingga dapat menciptakan regulasi yang jelas, untuk meningkatkan kepastian investasi dan mengurangi risiko bisnis, kata Ridwan dalam keterangan tertulisnya.

“Dalam jangka panjang, hilirisasi diharapkan dapat meningkatkan keberlanjutan ekonomi dengan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan meningkatkan nilai tambah produk dan jasa. Hal ini juga akan meningkatkan pendapatan negara dan menciptakan lapangan pekerjaan”. Ujarnya

Ridwan Hisjam merupakan politisi senior Partai Golkar dengan pengalaman panjang di parlemen. Ia telah lima periode menjabat sebagai anggota DPR RI, dan kerap terlibat dalam perumusan kebijakan ekonomi nasional. Pengalaman tersebut, menurutnya, memperlihatkan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi selalu ditentukan oleh keberpihakan negara.

Namun, pengoptimalan hilirisasi juga memerlukan pengelolaan yang hati-hati untuk menghindari dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat. Ridwan Hisjam mengingatkan, agar pemerintah memastikan bahwa kegiatan hilirisasi dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.

Ridwan Hisjam berharap, Strategi Pembangunan Ekonomi 2026, yang fokus pada hilirisasi diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan berkelanjutan dan kesejahteraan rakyat. Sehingga upaya untuk meningkatkan dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi hilirisasi, dapat dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.