Selagi Allah SWT Masih Memberi Waktu dan Kesempatan, Teruslah Berusaha dan Berdoa

Oleh: Hidir Herdiyana

INN.com — Setiap pagi yang kita jumpai, setiap hembusan napas yang masih bisa kita rasakan, sejatinya adalah tanda kasih sayang Allah SWT yang tak terhingga. Tidak semua orang mendapat kesempatan untuk membuka mata hari ini, tidak semua diberi waktu untuk memperbaiki diri. Maka, selama Allah SWT masih memberikan waktu dan kesempatan, janganlah kita sia-siakan. Gunakan setiap detik kehidupan ini untuk berusaha, berbuat baik, dan memperbanyak doa.

Hidup adalah perjalanan yang penuh ujian. Ada kalanya kita berada di atas, dan tak jarang pula terjatuh dalam kesulitan. Namun, satu hal yang pasti: tidak ada perjuangan yang sia-sia di jalan Allah. Selama niat kita lurus dan usaha kita disertai doa, setiap langkah yang kita tempuh akan bernilai ibadah di sisi-Nya.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra’d: 11)

Ayat ini mengajarkan bahwa Allah tidak akan menelantarkan hamba-Nya yang mau berusaha. Tugas kita hanyalah berikhtiar dengan sungguh-sungguh dan berserah diri sepenuhnya kepada-Nya. Hasilnya bukan di tangan manusia, tetapi Allah-lah yang menentukan waktu terbaik untuk mengabulkan doa hamba-Nya.

Waktu Adalah Amanah dari Allah

Waktu adalah anugerah yang paling berharga. Sekali berlalu, ia tak akan pernah kembali. Betapa banyak orang yang menyesal karena menyia-nyiakan waktu muda, kesehatan, atau kesempatan yang Allah beri.

Rasulullah SAW bersabda:
“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu olehnya: nikmat sehat dan waktu luang.”
(HR. Bukhari)

Maka, jangan tunggu esok untuk berbuat baik. Jangan menunda taubat, amal, atau perjuangan hanya karena merasa masih ada waktu. Kita tidak tahu kapan kesempatan itu akan berakhir. Selama tubuh ini masih diberi kekuatan dan hati masih bisa berzikir, maka teruslah melangkah di jalan kebaikan.

Berusaha dan Berdoa: Dua Sayap Kehidupan

Manusia tanpa usaha adalah lemah, manusia tanpa doa adalah sombong. Keduanya harus berjalan seiring.
Usaha adalah bentuk tanggung jawab kita sebagai hamba, sementara doa adalah pengakuan bahwa segala hasil hanya milik Allah.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.”
(QS. Al-Baqarah: 186)

Tidak ada doa yang sia-sia. Jika belum terkabul, mungkin Allah sedang menundanya untuk waktu yang lebih baik, atau menggantinya dengan sesuatu yang lebih indah dari yang kita harapkan. Setiap doa adalah investasi spiritual yang pasti berbuah  entah di dunia, entah di akhirat.

Selagi Masih Bisa, Jangan Berhenti

Selagi mata masih bisa menatap, tangan masih bisa bekerja, dan hati masih bisa berharap  teruslah berusaha.
Jangan biarkan semangat hidup padam hanya karena satu kegagalan. Setiap kesulitan adalah bagian dari skenario Ilahi untuk mendewasakan jiwa dan mendekatkan kita kepada-Nya.

 “Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang yang kafir.”
(QS. Yusuf: 87)

Maka, ketika langkah terasa berat, sujudlah. Ketika hati lemah, berdoalah. Karena di antara linangan air mata dan doa yang tulus, sering kali keajaiban Allah hadir tanpa kita sadari.

Waktu yang Bernilai Adalah Waktu yang Diperjuangkan

Hidup ini singkat. Dunia hanyalah tempat singgah, bukan tempat tinggal abadi. Maka gunakanlah waktu yang tersisa dengan amal, usaha, dan doa terbaik kita.

Selama Allah SWT masih memberi kesempatan, berjuanglah.
Selama lidah masih bisa berzikir, berdoalah.
Selama hati masih hidup, haraplah hanya kepada-Nya.

 “Selagi Allah memberi waktu, jangan sia-siakan kesempatan. Karena suatu saat, waktu akan berhenti  dan kesempatan itu pun tak akan kembali.”

Wallahu a’lam bish-shawab.