Jawa Timur|INN.com
Politisi senior sekaligus tokoh penggerak ekonomi nasional, Ir. H. M. Ridwan Hisjam, menekankan bahwa penguatan daya saing Jawa Timur di kancah global hanya dapat dicapai melalui percepatan hilirisasi berbasis teknologi. Dalam pandangannya, Jawa Timur harus segera menyudahi era ketergantungan pada penjualan bahan mentah dan beralih menjadi pusat industri nilai tambah di Asia Tenggara.
Menurut Ridwan Hisjam, posisi geografis dan kekayaan sumber daya alam Jawa Timur merupakan modal besar yang tidak akan memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan rakyat jika tidak dibarengi dengan lompatan teknologi, Selasa (07/04/2026).
“Jawa Timur adalah jantung ekonomi Indonesia Timur. Namun, kita tidak boleh terjebak hanya menjadi penyedia bahan baku. Kunci kedaulatan ekonomi kita ada pada hilirisasi. Kita harus mengolah hasil bumi kita sendiri dengan teknologi terbaru agar nilai tambahnya dinikmati oleh masyarakat kita sendiri,” ujar Ridwan Hisjam dalam keterangannya di Surabaya.
Tiga Pilar Gagasan Ridwan Hisjam untuk Jawa Timur:
- Transformasi Teknologi 5.0 dan AI serta Digitalisasi Industri. Ridwan Hisjam mendorong agar industri manufaktur di Jawa Timur melakukan adopsi teknologi secara masif. Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan efisiensi produksi dan standarisasi kualitas produk agar mampu menembus pasar ekspor yang ketat.
- Hilirisasi Agroindustri sebagai Benteng Ketahanan Pangan. Sebagai lumbung pangan nasional, beliau menegaskan bahwa hilirisasi di sektor pertanian (Agroindustri) harus menjadi prioritas. “Kita ingin melihat petani Jawa Timur tidak hanya menjual gabah atau jagung mentah. Dengan teknologi pengolahan, kita bisa menghasilkan produk turunan yang memiliki nilai jual berkali-kali lipat dan daya simpan yang lebih lama,” tambahnya.
- Sinergi Strategis “Pentahelix”, Dalam gagasannya, Ridwan Hisjam menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan kaum akademisi. Beliau mendorong optimalisasi riset dari perguruan tinggi di Jawa Timur untuk diterapkan langsung dalam industri skala besar maupun UMKM.
Membangun Ekonomi yang Berkelanjutan Lebih lanjut, tokoh yang dikenal vokal dalam isu energi dan industri ini mengingatkan bahwa hilirisasi di masa depan harus berbasis pada prinsip ekonomi hijau (Green Economy).
Penggunaan energi bersih dalam proses industri akan menjadi nilai tawar tersendiri bagi produk-produk asal Jawa Timur di pasar global.
“Hilirisasi berbasis teknologi ini adalah wujud nyata dari semangat Kebangkitan Nusantara. Jika Jawa Timur kuat secara industri dan teknologi, maka Indonesia akan memiliki posisi tawar yang tak tergoyahkan di mata dunia,” pungkas Ridwan Hisjam.
Melalui dorongan gagasan ini, diharapkan para pemangku kebijakan dan pelaku usaha dapat bersinergi untuk menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi pelopor hilirisasi yang modern, kompetitif, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Oleh: Koningh Anwar&Alimurtazha
