MEDAN | Pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Sumatera Utara, ratusan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sumatera Utara, Kamis (04/12/2025). Aksi massa demonstrasi yang digelar mahasiswa tersebut terkait penebangan ilegal logging dan kerusakan lingkungan terjadi sebagai bentuk protes terhadap maraknya kegiatan penebangan liar yang merusak hutan dan mengancam keanekaragaman hayati.
Mahasiswa menuntut Pemerintah untuk lebih serius dalam menangani kasus-kasus penebangan ilegal dan mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku. Penebangan ilegal logging telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan, termasuk hilangnya habitat satwa liar, erosi tanah, dan perubahan iklim. Mahasiswa khawatir bahwa jika tidak ditangani dengan baik, kerusakan lingkungan ini dapat berdampak jangka panjang pada kehidupan masyarakat dan generasi mendatang.
Dalam aksi massa demonstrasi tersebut, mahasiswa membawa spanduk dan poster yang menyerukan penghentian segera kegiatan penebangan ilegal dan penegakan hukum yang lebih ketat. Mereka juga mendesak Pemerintah untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap kegiatan kehutanan yang tidak berkelanjutan.
Kasus penebangan ilegal logging telah menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir, dengan beberapa kasus yang melibatkan oknum Pejabat dan Pengusaha. Mahasiswa berharap bahwa dengan adanya aksi massa demonstrasi ini, Pemerintah akan lebih serius dalam menangani kasus-kasus tersebut dan mengambil tindakan yang lebih efektif untuk melindungi lingkungan.(al0101)
