Berita  

Ramadan di Tengah Duka, Bantuan Pascabanjir di Aceh Tamiang Belum Cair

Aceh Tamiang | INN.com – Suasana bulan suci Ramadan tahun ini harus dijalani dengan penuh keprihatinan oleh sejumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Hingga memasuki pekan ketiga pascabencana, bantuan tunai yang dijanjikan untuk rehabilitasi rumah warga belum juga cair.

Lembaga Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (TAMPERAK) bersama warga korban terdampak mempertanyakan komitmen pemerintah daerah terkait pencairan bantuan tersebut. Ketua TAMPERAK Aceh Tamiang, Purn TNI Zulsyafri, menyampaikan bahwa hingga kini belum ada kejelasan terkait realisasi dana yang sebelumnya dijanjikan.

“Kami bersama warga hanya menagih janji yang telah disampaikan kepala daerah di depan Kantor DPRK Aceh Tamiang. Sudah tiga minggu berlalu, namun belum ada titik terang mengenai pencairan bantuan tunai untuk rehab rumah warga,” ujarnya.

Warga yang kini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian mengaku menjalani ibadah Ramadan dalam kondisi serba terbatas. Cuaca yang tidak menentu serta fasilitas yang minim menambah beban psikologis para penyintas.
Salah seorang warga Desa Rongoh, Kecamatan Tamiang Hulu, mengungkapkan kekecewaannya.

“Bagaimana kami yang rumahnya hancur bahkan hilang akibat banjir ini harus bertahan hidup. Kami tetap berusaha menjalani ibadah Ramadan, tapi dalam kondisi sangat memprihatinkan,” katanya.

Pemerintah daerah sebelumnya menyatakan bahwa bantuan akan disalurkan dalam beberapa tahap. Namun, menurut warga, hingga saat ini belum ada kepastian waktu pencairan, meskipun sebagian warga telah didata untuk tahap pertama, kedua, maupun ketiga.

“Kami hanya berharap bantuan yang telah dijanjikan benar-benar direalisasikan. Tidak masalah dicairkan bertahap, asalkan jelas dan nyata. Kami ingin segera berbenah sebelum memasuki Hari Raya Idul Fitri. Apakah tega pemerintah melihat masyarakatnya hidup dalam kondisi seperti ini?” tutur warga lainnya.

Ramadan yang seharusnya menjadi momentum ketenangan dan kebersamaan kini justru diwarnai kegelisahan bagi para korban banjir di Aceh Tamiang. Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian dan merealisasikan bantuan yang telah dijanjikan, agar mereka dapat bangkit dan memulai kembali kehidupan yang lebih layak.