MEDAN | InfoNewsNusantara.com
Suasana Senin siang itu terasa hangat namun sarat makna. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menerima Jajaran Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Medan, membahas sebuah kolaborasi yang tidak sekadar menyentuh layanan keuangan, tetapi juga menyentuh sisi spiritual dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Bagi Rico Waas, kerja sama antara Pemerintah Kota Medan dan Bank Syariah Indonesia (BSI) bukanlah agenda seremonial semata. Ia melihatnya sebagai ikhtiar memudahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) mempersiapkan salah satu ibadah terpenting dalam hidup, yakni menunaikan ibadah haji. Program ini dinilainya sebagai langkah konkret menghadirkan layanan keuangan syariah yang inklusif, terencana, dan berpihak pada kebutuhan ASN.
“Ini langkah positif. ASN bisa merencanakan ibadah haji dengan lebih matang dan terarah, tanpa terbebani proses yang rumit,” ujar Rico Waas dalam pertemuannya tersebut, pada Senin (05/01/2026).
Namun pembicaraan tidak berhenti pada urusan haji. Di hadapan Jajaran Bank Syariah Indonesia (BSI), Rico Waas juga menaruh harapan besar pada peran lembaga keuangan syariah dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Didampingi Kepala BKPSDM Kota Medan, Subhan Fajri Harahap, Plt Kepala BKAD, Muhammad Ashari Lubis, serta Plt Kabag Kesra Agus Maryono, ia mendorong agar BSI turut menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro bagi masyarakat yang ingin memulai usaha.
Menurutnya, akses permodalan sering kali menjadi tembok pertama yang menghalangi lahirnya pelaku usaha baru. Dengan skema pembiayaan yang tepat, Rico Waas meyakini akan tumbuh pusat-pusat ekonomi baru berbasis masyarakat.
“Saya berharap dari program ini bisa lahir kampung-kampung UMKM di Kota Medan. Masyarakat punya modal, usaha berkembang, ekonomi keluarga ikut terangkat,” tuturnya.
Komitmen membangun Medan secara berkelanjutan juga tercermin dari ajakan Rico Waas kepada BSI untuk berperan aktif melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Perhatiannya tertuju pada sekolah-sekolah tahfizh, yang menurutnya memiliki peran penting dalam membangun karakter dan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Sinergi antara sektor keuangan dan pendidikan keagamaan, kata Rico Waas, adalah bagian dari investasi jangka panjang bagi masa depan kota.
Sementara itu, Area Funding Medan Raya BSI, Rolia Nella Elma Sihertian, menegaskan komitmen BSI dalam mendampingi ASN dan masyarakat. Melalui program Gerakan Pemda Berhaji, BSI hadir memberikan kemudahan mulai dari proses pendaftaran hingga persiapan keberangkatan ibadah haji.
“Kami berupaya memfasilitasi ASN sejak tahap awal pendaftaran sampai nanti berangkat ke Tanah Suci,” jelas Rolia.
Kolaborasi ini pun diharapkan menjadi contoh sinergi antara pemerintah daerah dan perbankan syariah—tidak hanya mempermudah jalan menuju Baitullah, tetapi juga membuka pintu kesejahteraan melalui tumbuhnya UMKM dan penguatan nilai-nilai keagamaan di Kota Medan.(***)
