ACEH – INN.com
Dalam perjalanan panjang sejarah Republik Indonesia, Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PEPABRI) dan Lembaga Pejuang Srikandi Aceh (LPSA) menjadi dua organisasi yang tak lekang oleh waktu.
Lebih dari sekadar wadah bagi para purnawirawan dan pejuang perempuan, keduanya telah menjadi simbol kekuatan moral, sosial, dan budaya yang konsisten menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Kolaborasi PEPABRI dan LPSA bukan hanya berbentuk seremonial, tetapi merupakan wujud nyata dari kesadaran historis bersama bahwa keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah tanggung jawab seluruh elemen bangsa.
Sekretaris PEPABRI, Purn. TNI Zulsyafri, menegaskan pentingnya sinergi tersebut.
“Kami memiliki pandangan yang sama, bahwa sebagai organisasi yang punya sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan dan pasca-kemerdekaan, menjaga keutuhan serta masa depan bangsa adalah kewajiban moral yang harus terus kita jalankan,” ujarnya.
Zulsyafri juga menambahkan, PEPABRI berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, terutama dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua LPSA Nurmasari menekankan bahwa kolaborasi tersebut tidak berhenti pada tataran wacana.
“Komitmen ini kami wujudkan dalam tindakan nyata. Kami sepakat untuk bahu-membahu membantu masyarakat mengatasi berbagai kesulitan di sekitar kita, agar tercipta keamanan, ketenteraman, dan kesejahteraan bersama,” ungkapnya.
Nurmasari juga menyoroti pentingnya ketahanan sosial dan semangat gotong royong dalam menghadapi arus globalisasi dan ancaman disintegrasi.
“Kita harus kuat dan tangguh, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang bisa memecah belah bangsa. Kolaborasi antara PEPABRI dan LPSA adalah bentuk nyata kecintaan kami terhadap Tanah Air,” tambahnya.
Kedua organisasi sepakat untuk terus memperkuat kegiatan pembinaan ideologi kebangsaan, pendidikan bela negara, serta program sosial kemasyarakatan di berbagai daerah, termasuk Aceh, sebagai wujud nyata pengabdian kepada rakyat dan negara.
Dengan semangat pengabdian tanpa pamrih, PEPABRI dan LPSA bertekad menjaga semangat persaudaraan nasional, menjadi jembatan antara generasi pejuang dan generasi muda, serta meneguhkan kembali nilai-nilai Pancasila, gotong royong, dan nasionalisme di setiap sendi kehidupan masyarakat.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa semangat perjuangan tidak pernah padam ia hanya bertransformasi menjadi kekuatan moral yang terus menuntun arah bangsa menuju masa depan yang lebih damai, bersatu, dan sejahtera.
