Berita  

Penggiat Event Aceh Dorong Pemerintah Bentuk Tim Verifikasi: Menjaga Harmoni antara Hiburan dan Syariat di Tanah Serambi Mekkah.

Bireuen – INN.com

Penggiat event Aceh, Hafiz Adinata Putra, yang juga CEO PT Area Group Nusantara, mantan Duta Pariwisata Indonesia, sekaligus pendiri yayasan sosial “Pasti Bisa”, menyampaikan harapan agar Pemerintah Aceh membentuk tim verifikasi khusus untuk menilai dan memberikan arahan terhadap pelaksanaan kegiatan hiburan, khususnya konser musik di Aceh.

Menurut Hafiz, keberadaan tim tersebut sangat penting guna menghadirkan kejelasan dan keseimbangan antara nilai hiburan dan penerapan syariat Islam di Tanah Serambi Mekkah. Ia menilai, selama ini masih sering terjadi kebingungan dan perbedaan pandangan di tengah masyarakat yang berujung pada penolakan terhadap kegiatan hiburan tertentu.

“Kami berharap Pemerintah Aceh dapat membentuk lembaga verifikasi yang di dalamnya terdiri dari berbagai unsur — seperti pihak kepolisian, MPU, Dinas Syariat Islam, serta Satpol PP/WH. Dengan demikian, jenis konser apa pun yang akan dilaksanakan dapat dikaji bersama, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ujar Hafiz dalam keterangannya di Bireuen.

Ia menambahkan, dengan adanya lembaga tersebut, setiap penyelenggara acara dapat mengajukan permohonan dan berkonsultasi terlebih dahulu agar kegiatan yang digelar tidak bertentangan dengan nilai-nilai syariat maupun bertepatan dengan hari besar keagakeagamaa

“Jika konser yang diajukan telah melewati proses verifikasi dan dinyatakan sesuai ketentuan, maka pelaksanaannya tidak perlu lagi dihambat. Semua akan menjadi lebih jelas, tertib, dan transparan,” tambahnya.

Hafiz juga menyinggung situasi yang sempat terjadi terkait rencana Konser Dewa 19 di kota Lhokseumawe, di mana muncul berbagai kendala dan isu yang membuat sebagian masyarakat ragu untuk berpartusipasi, meskipun panitia telah mengantongi izin resmi.

Ia menegaskan bahwa setiap kegiatan hiburan di Aceh nantinya tetap harus berpedoman pada ketentuan syariat Islam, seperti pemisahan tempat duduk pria dan wanita, serta menjunjung tinggi nilai moral dan kearifan lokal yang menjadi identitas Bumi Serambi Mekkah.

Lebih lanjut, Hafiz menilai bahwa konser dan kegiatan hiburan yang dilaksanakan secara tertib dan sesuai aturan justru dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Dengan adanya event seperti ini, sektor UMKM dapat tumbuh, ekonomi lokal bergersk, dan generasi muda memiliki ruang positif untuk berkarya serta menyalurkan energi mereka ke arah yang produktif – menjauhkan dari pengaruh negatif seperti narkoba.” tutur Hafiz.

Insya Allah, konser yang akan digelar di Aceh dapat menjadi momentum kebangkitan semangat masyarakat untuk bersama -sama membangun ekonomi kreatif.
Mari kita dukung kegiatan yang menghibur namun tetap berlandaskan syariat, adat dan nilai – nilai luhur Aceh. ” Pungkasnya.

HENDRI