MEDAN | InfoNewsNusantara.com
Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus mematangkan arah kebijakan pembangunan Tahun 2026 dengan menempatkan peningkatan ketangguhan bencana sebagai salah satu fokus utama. Langkah ini diambil agar perencanaan pembangunan ke depan semakin terarah, responsif, dan adaptif, sekaligus memperkuat kesiapan Kota Medan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Komitmen ini mengemuka dalam Rapat Kerja Tematik I Pelaksanaan Pembangunan Kota Medan Tahun 2026 dalam rangka Peningkatan Ketangguhan Bencana yang digelar di Ruang Rapat I Balai Kota Medan, pada Rabu (14/01/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, didampingi Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Ir. Wiriya Alrahman, serta Pimpinan Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan.
Rapat yang diinisiasi Bappeda Kota Medan ini, menjadi forum strategis untuk menyelaraskan dan menegaskan arah kebijakan serta prioritas pembangunan Kota Medan Tahun 2026. Selain memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, juga untuk merumuskan kebijakan, strategi, serta menghimpun berbagai saran dan masukan dalam penyusunan rencana aksi menghadapi tantangan dan isu strategis ke depan, khususnya yang berkaitan dengan kebencanaan.
Rapat diawali dengan paparan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan terkait rumusan rencana kerja dan inovasi penanggulangan bencana Tahun 2026. Paparan kemudian dilanjutkan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Medan yang memaparkan program dan langkah antisipatif sesuai bidang tugas masing-masing.
Menanggapi paparan tersebut, Rico Waas mengingatkan kembali pengalaman banjir besar yang melanda Kota Medan pada 27 November 2025 lalu. Peristiwa itu, menurutnya, harus menjadi pelajaran berharga agar seluruh Jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Medan semakin siap dan sigap menghadapi kemungkinan bencana yang dapat terjadi kapan saja.
“Pemerintah Kota Medan harus lebih siap. Kita tidak boleh lengah karena bencana bisa datang dan terulang kembali,” tegas Rico Waas, yang kemudian diperkuat dengan saran dan masukan dari Wakil Wali Kota Medan serta Sekda Kota Medan.
Sebagai langkah konkret, Rico Waas menginstruksikan agar ke depan setiap gedung di Kota Medan memiliki relawan tanggap bencana di wilayah kerjanya masing-masing. Ia juga meminta setiap Kelurahan dan Kecamatan mulai menetapkan assembly point (titik kumpul) yang jelas dan mudah diakses masyarakat saat terjadi bencana.
Kemudian, Rico Waas juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dan mempererat silaturahmi dengan berbagai komunitas di Kota Medan, seperti komunitas pecinta offroad dan komunitas arung jeram. Menurutnya, saat banjir besar terjadi, kendaraan offroad terbukti sangat membantu menjangkau lokasi terdampak, sementara keahlian komunitas arung jeram dalam mengoperasikan perahu karet sangat dibutuhkan dalam proses evakuasi warga.
“Keterbatasan sumber daya yang dimiliki pemerintah harus diimbangi dengan kolaborasi. Peralatan evakuasi yang ada harus bisa dimanfaatkan secara maksimal dengan dukungan orang-orang yang memang ahli di bidangnya,” ungkapnya.
Kepada Dinas SDABMBK, Rico Waas secara khusus menginstruksikan agar lebih mematangkan konsep dan perencanaan kerja Tahun 2026. Perencanaan yang matang dinilai penting untuk mengantisipasi dan memperkecil dampak bencana, sekaligus memastikan setiap pekerjaan yang dilakukan benar-benar berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Sementara itu, kepada Disdamkarmat Kota Medan, Rico Waas menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang intens dan memperkuat sinergi, baik lintas perangkat daerah maupun dengan para pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan upaya antisipasi serta meminimalisir risiko terjadinya bencana di Kota Medan.
Melalui rapat tematik ini, Pemerintah Kota (Pemko) Medan menegaskan keseriusannya dalam membangun kota yang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga tangguh, siap, dan berdaya dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di masa mendatang.(inn0101/spl)
