Denpasar|INN.com
Bali yang dikenal sebagai “Pulau Dewata,” terletak di antara Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat, dengan luas wilayah sekitar 5.636,66 km². Pulau ini memiliki iklim tropis yang hangat sepanjang tahun, dengan musim hujan dari Oktober hingga Maret dan musim kemarau dari April hingga September. Keindahan alam dan kekayaan budaya Bali menjadikannya salah satu destinasi wisata terkemuka di dunia.
Bali memiliki berbagai destinasi wisata yang ikonik, seperti pantai-pantai di Kuta, Seminyak, dan Nusa Dua yang menawarkan pasir putih dan ombak yang cocok untuk berselancar. Selain itu, terdapat pula Ubud yang terkenal dengan seni dan budaya, serta Kintamani yang menawarkan pemandangan Gunung Batur dan Danau Batur. Pariwisata di Bali juga mencakup kegiatan ekowisata dan agrowisata, seperti di Jatiluwih dan Bedugul, yang mempromosikan keberlanjutan lingkungan. Denpasar (1/12/2025).
Pertumbuhan sektor pariwisata di Bali sangat pesat, dengan jumlah wisatawan mancanegara dan domestik terus meningkat setiap tahun. Wisatawan asing umumnya berasal dari Australia, Cina, Jepang, dan Eropa, sementara wisatawan domestik berasal dari berbagai kota di Indonesia. Peningkatan jumlah wisatawan ini mendorong pembangunan infrastruktur pariwisata, seperti hotel, resor, dan restoran, yang juga menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Namun, pertumbuhan pariwisata yang cepat juga membawa dampak negatif, seperti kerusakan lingkungan dan ketimpangan ekonomi. Pembangunan yang tidak terkendali dapat menyebabkan degradasi lahan, polusi air, dan kerusakan terumbu karang. Selain itu, disparitas pendapatan antara daerah perkotaan dan pedesaan juga menjadi masalah serius, karena keuntungan ekonomi dari pariwisata lebih banyak dinikmati oleh investor besar daripada masyarakat lokal.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Partai Amanah Demokrasi Indonesia (PADI) berkomitmen untuk mendukung visi-misi 2025-2030 Provinsi Bali yang menitikberatkan pada pembangunan yang seimbang antara sektor pertanian dan pariwisata. Partai Amanah Demokrasi Indonesia (PADI), mendukung revitalisasi sektor agraris melalui modernisasi teknologi dan praktik pertanian berkelanjutan. Program-program seperti penyediaan alat dan mesin pertanian modern, pelatihan bagi petani, dan pengembangan infrastruktur irigasi dilaksanakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Diversifikasi komoditas pertanian juga menjadi bagian penting dari misi ini, dengan fokus pada hortikultura, perikanan darat, dan peternakan. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan. Selain itu, Partai Amanah Demokrasi Indonesia (PADI) juga memperkuat peran masyarakat lokal dalam pembangunan melalui program pemberdayaan komunitas adat dan desa pakraman.
Pariwisata berkelanjutan menjadi kunci dalam visi-misi tersebut, dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan dan berbasis komunitas. Pengembangan wisata berbasis budaya dan ekowisata diharapkan dapat mengintegrasikan sektor pertanian dan pariwisata, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Program seperti pengelolaan sampah plastik, konservasi kawasan pesisir, dan pelestarian terumbu karang juga terus dilanjutkan.
Dengan kombinasi antara pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan penguatan sektor pertanian, Bali diharapkan dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan. Ini akan memastikan bahwa keindahan alam dan kekayaan budaya Bali dapat dinikmati oleh generasi mendatang, sambil meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan untuk Indonesia emas, menuju mercusuar dunia.
