Medan —infonewsnusantara.com. 6 Desember 2025 Sungguh malang nasib pasangan suami istri warga Laut Dendang, Medan. Mobil mereka raib dibawa kabur, uang hilang, dan mereka dipingpong berhari-hari tanpa kepastian. Semua itu terjadi setelah mereka mengaku dijebak seorang oknum yang diduga berasal dari PT ACC Medan.

Alih-alih mendapatkan solusi atas tunggakan angsuran, pasangan ini justru masuk ke dalam pusaran dugaan penipuan yang membuat mereka ketakutan, tertekan, dan merasa dipermalukan.
Datangi Warung, Oknum Mengaku dari ACC Kisah ini bermula pada 5 Desember 2025, ketika seorang pria yang mengaku dari ACC Medan mendatangi warung tempat korban bekerja. Ia menyampaikan bahwa angsuran mobil korban tertunggak tiga bulan, dan meminta pasangan itu datang ke kantor ACC keesokan harinya untuk mengurus peringanan angsuran. Mereka juga diminta membawa mobil.
Tak menaruh curiga, Suwandi dan istrinya mengikuti instruksi oknum tersebut.
Datang Membawa Uang, Pulang Tanpa Mobil Pada 6 Desember 2025, pasangan ini datang ke kantor ACC membawa uang cash untuk membayar tunggakan. Di sana, mereka dihadapkan pada dokumen yang disebut sebagai surat peringatan angsuran. Setelah menandatangani, mereka diminta menyerahkan kunci serta STNK dengan alasan untuk menggesek nomor rangka dan mesin.
Namun beberapa menit kemudian, petugas tersebut menghilang. Ketika korban bertanya kepada satpam, mereka justru terkejut: Dokumen yang mereka tanda tangani bukan surat peringatan — melainkan surat penarikan unit. Mobil mereka telah dibawa pergi.
Lebih menyakitkan lagi, barang-barang pribadi dan uang di dalam mobil ikut lenyap.
Janji Pertemuan Palsu, Korban Dipingpong
Masih berharap ada kejelasan, korban diminta datang lagi pada 8 Desember 2025. Mereka dijanjikan bertemu pejabat bernama Jokes Remote. Namun hingga pukul 14.00, pejabat tersebut tak kunjung muncul.
Bukannya mendapat jawaban, mereka malah disuruh datang lagi pada hari Rabu.
Korban merasa dipermainkan, dibodohi, dan dizalimi.
Kami dipermalukan. Mobil hilang, uang hilang, tak ada yang bertanggung jawab.
Suwandi mengaku sangat terpukul. Ia dan istrinya merasa dipermainkan oleh oknum yang diduga kuat menggunakan nama ACC untuk melakukan praktik yang merugikan.
“Kami hanya ingin solusi, tapi kami dipermainkan. Mobil hilang, uang hilang, barang hilang. Kami datang baik-baik, tapi dibikin seperti ini,” keluhnya.
Menanti Tanggung Jawab dan Kejelasan
Kasus ini menambah daftar panjang dugaan penyalahgunaan wewenang oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab yang mencatut nama lembaga pembiayaan. Korban berharap pihak berwenang dan manajemen ACC memberikan klarifikasi resmi serta mengusut oknum yang diduga melakukan praktik penipuan ini.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT ACC Leasing Medan belum memberikan tanggapan atau klarifikasi resmi terkait dugaan penipuan dan hilangnya mobil serta barang-barang milik korban.
Redaksi: infonewsnusantara.com. Syahbudin Padank
