MEDAN | infonewsnusantara.com
Mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Provinsi Sumatera Utara, Japorman Saragih mengaku prihatin atas konflik penyusunan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Medan Periode 2025-2030. Ia meminta semua fihak menahan diri agar kisruh tidak berkepanjangan yang pada akhirnya merugikan nama baik partai.
“Saya sangat prihatin dan sedih menyaksikan gontok-gontokan sesama kader hanya karena jabatan dan kekuasaan. Hati saya menangis mengingat bagaimana partai ini dulu diperjuangkan diatas keringat dan darah. Sekarang semangat kebersamaan dan gotong royong itu sepertinya sudah hilang,” kata Japorman Saragih ketika ditanya Jurnalis infonewsnusantara.com, di Medan, Selasa (16/12/2025).
Ia meminta semua fihak menahan diri, termasuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Provinsi Sumatera Utara dan Hasyim, SE untuk mengindahkan aturan yang berlaku agar tidak terjadi konflik berkelanjutan.
Menurutnya kisruh yang terjadi akibat adanya aturan yang dilanggar termasuk tidak digunakannya azas kegotongroyongan dalam penyusunan komposisi pengurus . Seharusnya kepengurusan mencerminkan persatuan yang mengakomodir semua potensi. Bukannya didasarkan suka atau tidak suka apalagi dengan tujuan membuang kelompok yang selama ini tidak sejalan.
Ia menyebut Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan yang menetapkan Hasyim, SE sebagai Ketua dan Robi Barus serta David Rony Sinaga sebagai personalia harus dipedomani. Artinya, Robi Barus dan David Rony harus masuk dalam kepengurusan.
Japorman Saragih berharap tidak ada pihak yang merasa punya kuasa lebih dan bertindak arogan dalam mengelola partai.
Politisi Senior Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Provinsi Sumatera Utara ini optimis Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan memiliki instrumen yang cukup untuk menyelesaikan konflik ditubuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Medan dengan seadil-adilnya.
Dalam Konfercab Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Medan yang digelar di Kabupaten Samosir, telah dilantik kepengurusan periode 2025-2030, dengan Ketua Hasyim, SE. Namun untuk posisi sekretaris dan bendahara dikosongkan karena Hasyim, SE sebagai Ketua tidak menginginkan Robi Barus dan David Rony duduk sebagai Sekretaris dan Bendahara.
Robi Barus bereaksi keras menuding Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Rapidin Simbolon dan Hasyim, SE menentang Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dengan tidak memasukkan Robi Barus dan David Rony sebagai Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC).
Reaksi keras juga dilontarkan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Medan periode sebelumnya Parlindungan Sinaga yang meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) meninjau ulang penetapan Hasyim, SE sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Alasannya telah terjadi pengangkangan terhadap Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP), serta ikut dilantiknya seorang fungsionaris wanita yang terindikasi kuat bergabung dalam sebuah organisasi yang terafiliasi dengan Partai Gerindra.(inn0101/sp)
