Listrik Over Kapasitas Penyebab Air Sering Mati Terungkap Setelah RDP DPRK Langsa

Caption : Ilustrasi

Langsa | INN.com  — Persoalan sering terhentinya pasokan air bersih kepada masyarakat akhirnya menemukan titik terang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi II DPRK Langsa dan manajemen PDAM Langsa. Dalam forum resmi tersebut, pihak PDAM mengakui bahwa gangguan distribusi air selama ini berkaitan erat dengan keterbatasan pasokan listrik.

Pengakuan tersebut memicu perhatian publik, mengingat keluhan masyarakat terkait krisis air bersih telah berlangsung cukup lama tanpa penjelasan yang gamblang.

Menindaklanjuti hal itu, tim Infonewsnusantara.com melakukan penelusuran dan konfirmasi kepada pihak PLN (Perusahaan Listrik Negara) wilayah Langsa untuk memastikan duduk persoalan yang sebenarnya.
Dari keterangan resmi manajemen PLN Langsa, disebutkan bahwa sebelum bencana banjir melanda, sistem distribusi listrik ke PDAM tidak pernah mengalami kendala berarti.

“Permasalahan mulai muncul pasca banjir, ketika pihak PDAM melakukan penggantian mesin pompa dengan unit baru. Setelah digunakan, ternyata terjadi peningkatan kebutuhan daya listrik yang cukup signifikan hingga melebihi kapasitas (over kapasitas),” ungkap manajemen PLN Langsa.

PLN menegaskan bahwa lonjakan konsumsi listrik tersebut menjadi faktor utama terganggunya operasional pompa air milik PDAM, yang berdampak langsung pada distribusi air kepada masyarakat.

Meski demikian, PLN Langsa mengklaim tidak tinggal diam. Berbagai langkah telah dilakukan guna menjaga stabilitas suplai listrik, termasuk penyediaan Unit Gardu Bergerak (UGB) sebagai solusi sementara.

“Kami terus berupaya melakukan penyesuaian beban dan menjaga pasokan listrik agar tetap optimal. Petugas kami juga secara rutin melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan kebutuhan listrik PDAM tetap terpenuhi,” lanjutnya.

Di sisi lain, kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terhadap perencanaan teknis PDAM Langsa, terutama dalam hal penggantian mesin yang tidak diiringi dengan perhitungan kebutuhan daya listrik yang memadai.

Sejumlah anggota komisi III dalam RDP tersebut juga menyoroti lemahnya koordinasi antara PDAM dan PLN, yang dinilai menjadi salah satu penyebab krisis layanan publik ini.

Masyarakat kini berharap adanya langkah konkret dan cepat dari kedua pihak, agar persoalan klasik air mati tidak lagi menjadi beban berkepanjangan bagi warga Kota Langsa. (An/cp)