Jakarta|INN.com
Arief Martha Rahadyan bangga atas Keputusan Presiden Republik Indonesia untuk menambah anggaran riset nasional sebesar Rp.4 triliun yang dinilai sebagai langkah strategis dan berani dalam mempercepat terwujudnya kemandirian bangsa di berbagai sektor fundamental.
Penambahan anggaran riset ini adalah investasi peradaban, yang hasilnya mungkin tidak instan, tetapi akan menentukan posisi Indonesia dalam peta kekuatan dunia di masa depan. Riset adalah kunci agar Indonesia tidak terus bergantung, melainkan berdiri tegak dengan kekuatannya sendiri.
Dalam konteks swasembada pangan, Arief menilai bahwa penguatan riset akan mendorong lahirnya inovasi pertanian modern, peningkatan produktivitas, serta ketahanan pangan yang berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika global. Sementara pada sektor energi, investasi riset dinilai krusial untuk mempercepat transisi menuju energi mandiri dan berdaulat, dengan mengoptimalkan potensi energi baru dan terbarukan yang dimiliki Indonesia. Adapun dalam industrialisasi dan hilirisasi,riset sebagai jembatan penting agar Indonesia tidak lagi berhenti pada ekspor bahan mentah, melainkan mampu menciptakan nilai tambah, lapangan kerja berkualitas, serta daya saing industri nasional di tingkat global.
Kebijakan pemerintah secara langsung diarahkan untuk memperkuat tiga pilar utama pembangunan nasional, yakni swasembada pangan, swasembada energi, serta persiapan industrialisasi dan hilirisasi nasional.Penambahan anggaran riset ini merupakan pernyataan sikap negara bahwa masa depan Indonesia harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan, inovasi, dan kemandirian teknologi.
Ini adalah keputusan kenegaraan yang mencerminkan keberanian berpikir jauh ke depan. Negara hadir bukan hanya sebagai pengelola anggaran, tetapi sebagai pengarah masa depan. Dengan riset yang kuat, kita bisa menjadi produsen pengetahuan dan kekuatan ekonomi.
Arief berharap kebijakan ini diikuti dengan tata kelola riset yang transparan, kolaboratif, serta melibatkan perguruan tinggi, peneliti muda, dan pelaku industri agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat.
