Banda Aceh|INN.com
Fakultas Ekonomi Universitas Serambi Mekkah (USM) kembali menunjukkan komitmen akademiknya dalam mendukung peningkatan keselamatan berkendara di Aceh melalui kegiatan sosialisasi tertib lalu lintas yang dilaksanakan bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh dan Jasa Raharja di Aula Fakultas Ekonomi USM.Rabu,20/11.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat edukasi publik mengenai keselamatan lalu lintas melalui pendekatan akademik dan kolaboratif.Keterlibatan aktif Wakil Dekan III FE USM, Samsul Ikhbar, SE., MM., menjadi sorotan utama pada kegiatan tersebut.
Samsul Ikhbar, SE., MM., menegaskan bahwa dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran dan budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa sebagai agen perubahan.
Samsul Ikhbar,juga menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi yang telah terjalin antarlembaga.Kami mengucapkan selamat atas kerja sama yang baik ini. Kolaborasi antara USM, Dirlantas Polda Aceh, dan Jasa Raharja merupakan langkah penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya mahasiswa, mengenai keselamatan lalu lintas. Semoga sinergi ini terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi publik,” Ujarnya.
Selain memberikan wawasan akademis, beliau juga menekankan pentingnya penguatan literasi keselamatan sebagai bagian dari proses pendidikan karakter, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori keselamatan bertransportasi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dirlantas Polda Aceh dan Jasa Raharja turut mengapresiasi kontribusi USM yang dinilai sangat signifikan, terutama dalam membuka ruang diskusi antara penegak hukum, sektor pendidikan, dan masyarakat kampus.
Melalui pendekatan interaktif, peserta diberikan pemahaman mengenai risiko kecelakaan, aturan berlalu lintas, serta mekanisme perlindungan Jasa Raharja.Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju program-program lanjutan yang lebih terstruktur dan berkesinambungan, dengan tujuan menciptakan budaya tertib berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan di Aceh.
Dengan komitmen kuat antara perguruan tinggi, aparat penegak hukum, dan lembaga pengelola layanan publik, kolaborasi ini diharapkan terus berkembang untuk menjawab tantangan keselamatan transportasi di masa mendatang.
