Berita  

Diduga Proyek Siluman Putuskan Saluran Air, Warga Dua Dusun di Celala Krisis

Takengon | InfoNewsNusantara.com — Proyek pembukaan jalan kebun di Desa Kuyun Uken, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah, menuai sorotan dan keluhan masyarakat. Aktivitas yang disebut berasal dari dana aspirasi salah seorang anggota DPRK Aceh Tengah itu diduga menjadi penyebab terputusnya saluran air utama milik warga.

Akibatnya, dua dusun di desa tersebut mengalami krisis air bersih selama dua hari terakhir. Warga terpaksa kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci, hingga beribadah.

“Air tidak mengalir sama sekali sejak dua hari lalu. Kami sangat terganggu, apalagi untuk keperluan salat dan kebutuhan rumah tangga. Kami juga heran kenapa proyek itu dilakukan tanpa koordinasi dengan masyarakat,” keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga menduga, proyek jalan yang tengah dikerjakan bukan diperuntukkan bagi kepentingan umum, melainkan lebih pada akses menuju kebun pribadi milik Reje (kepala desa) Kuyun Uken, Ajmi.

“Itu jalan hanya ke arah kebun reje dan beberapa orang saja, bukan untuk kepentingan banyak warga. Kalau memang dana aspirasi dewan, seharusnya diperuntukkan bersama, bukan pribadi,” tambah sumber tersebut.

Lebih jauh, masyarakat mempertanyakan legalitas kegiatan tersebut. Pasalnya, hingga kini proyek tidak memiliki papan informasi kegiatan sebagaimana lazimnya proyek yang menggunakan dana publik.

“Tidak ada plang proyek, jadi masyarakat tidak tahu berapa anggarannya, siapa pelaksananya, panjang dan lebarnya berapa, serta masa pelaksanaan sampai kapan. Semua terkesan ditutup-tutupi,” ujar warga lain dengan nada kecewa.

Masyarakat berharap pihak terkait, terutama dinas teknis serta DPRK Aceh Tengah, segera turun tangan meninjau lapangan dan menindaklanjuti laporan warga yang merasa dirugikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Reje Kuyun Uken maupun dari anggota DPRK Aceh Tengah yang disebut-sebut sebagai pengusul dana aspirasi tersebut.

(Dian Aksara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *