Langsa | INN.com — Saluran pipa induk milik PDAM Tirta Kemuning Langsa dilaporkan mengalami kebocoran di kawasan Simpang Empat pertemuan Jalan Syiah Kuala dan Jalan Elak, bekas rel kereta api, Gampong Tualang Teungoh, Kecamatan Langsa Kota, Langsa. Hingga kini, kebocoran tersebut diduga belum mendapat penanganan teknis dari pihak terkait.
Sejumlah warga di sekitar lokasi, Jumat siang, menyebutkan bahwa kebocoran pipa induk itu sudah terjadi cukup lama. Namun, sampai saat ini belum terlihat adanya perbaikan ataupun penanganan langsung dari petugas PDAM.
“Sudah lama bocor, tapi belum ada perbaikan. Air terus keluar di titik itu,” ujar salah seorang warga sekitar lokasi kepada wartawan.
Menurut keterangan warga, kebocoran berada tepat di jalur yang dilintasi pengguna jalan. Pipa besi disebut hanya ditutup sementara menggunakan batu. Jika batu penutup tersebut bergeser atau diangkat, air akan menyembur cukup kuat dan berpotensi mengganggu pelintas jalan, terutama pengendara roda dua.
Selain membahayakan pengguna jalan, warga juga mengkhawatirkan dampak kebocoran terhadap suplai air bersih ke rumah pelanggan. Kebocoran pada saluran induk dinilai dapat mengurangi tekanan dan volume distribusi air ke sejumlah wilayah layanan.
Masyarakat setempat meminta perhatian Pemerintah Kota Langsa agar persoalan tersebut segera ditangani. Warga juga mendesak Wali Kota Langsa selaku pimpinan sementara di tubuh perusahaan daerah air minum untuk segera menginstruksikan perbaikan.
“Kami berharap segera diperbaiki. Selain mubazir karena air terbuang, juga berisiko untuk pengguna jalan dan bisa mengurangi pasokan air ke rumah warga,” kata warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PDAM Tirta Kemuning Langsa terkait laporan dugaan kebocoran pipa induk tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait.(Darmawan)
