Simeulue info news Nusantara.com Salah satu Aktivis Simeulue Ahmad Hidayat Yang akrab Disapa Wak Rimba memberikan catatan penting kepada pimpinan daerah,Inspektorat dan APH, memasuki tahun anggaran 2026 terkait pengelolaan dan pengawasan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di wilayah KabupatenSimeulue.
Catatan ini disampaikan menyusul masih banyaknya temuan sekolah negeri yang kondisinya memprihatinkan, meski dana BOS rutin dikucurkan setiap tahun.
Wak Rimba menilai lemahnya pengawasan Dana BOS berpotensi membuka celah penyimpangan, terutama pada pos perawatan sarana dan prasarana sekolah.
Ia menegaskan, pengawasan tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi harus menyentuh kondisi riil di lapangan. Tahun 2026 ini harus menjadi momentum pembenahan serius. Dana BOS itu untuk kepentingan pendidikan, bukan untuk disalahgunakan. Kalau gedung sekolah rusak terus setiap tahun, sementara dana selalu cair, ini patut dipertanyakan,” tegas Wak Rimba kepada media.
Menurutnya, wilayah Kabupaten Simeulue ada beberapa sekolah masih banyak sekolah yang mengalami kerusakan atap, plafon, ruang kelas, hingga fasilitas sanitasi yang tidak layak. Kondisi ini dinilai bertolak belakang dengan laporan pertanggungjawaban Dana BOS yang kerap dinyatakan selesai tanpa kendala.
“Kami melihat ada indikasi laporan rapi di atas kertas, tapi realisasi fisik di lapangan jauh dari harapan. Ini bukan tuduhan, tapi peringatan keras agar pengawasan
diperketat,” ujarnya.
Wak Rimba menegaskan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue, Inspektorat Daerah, serta pengawas internal sekolah untuk lebih transparan dan terbuka kepada publik. Ia juga meminta agar laporan penggunaan Dana BOS diumumkan secara jelas dan mudah diakses masyarakat.
“Pengawasan harus melibatkan publik. Komite sekolah, wali murid, dan masyarakat sekitar harus tahu ke mana Dana BOS digunakan. Jangan ada ruang gelap dalam pengelolaannya,” tambah Wak rimba.
Selain itu, Wak Rimba mendorong aparat penegak hukum dan BPK agar lebih serius melakukan audit dan pemeriksaan terhadap pengelolaan Dana BOS, khususnya di wilayah Simeulue ini kerap luput dari sorotan.(*)
