Aceh Tamiang | INN.com — Penyaluran bantuan sapi dari Presiden Republik Indonesia untuk masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang menjelang hari meugang menuai sorotan dan protes. Sejumlah pihak menilai terdapat dugaan ketidaksesuaian antara nilai anggaran yang disebutkan dengan kondisi fisik ternak yang diterima di lapangan.
Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI Aceh) melalui Sekretarisnya, Purnawirawan TNI Zulsyafri, mengungkapkan adanya perbedaan mencolok antara nilai bantuan per ekor sapi yang disebut mencapai Rp50 juta dengan harga pasar ternak yang diterima masyarakat.
Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan di beberapa kecamatan, sapi yang disalurkan diduga hanya memiliki kisaran harga pasar sekitar Rp15 juta hingga Rp18 juta per ekor.
“Sapi yang diserahkan itu kalau dilihat di pasar lokal harganya berkisar 15 sampai 18 juta rupiah. Tapi dalam laporan disebutkan 50 juta per ekor. Jika benar demikian, ke mana sisa anggarannya? Ini perlu dijelaskan secara transparan,” ujar Zulsyafri kepada media.
Sorotan ini semakin menguat setelah sejumlah warga mengeluhkan bahwa pembagian daging tidak sebanding dengan nilai bantuan yang disebut besar.
Bahkan ada keluarga besar dengan banyak tanggungan mengaku hanya menerima bagian yang sangat terbatas.
“Katanya bantuan melimpah, tapi kenyataannya jatah daging tidak cukup dinikmati keluarga besar yang punya 10 anak. Kami berharap bantuan benar-benar sesuai nilainya,” ungkap seorang warga dengan nada kecewa.
KAKI Aceh bersama perwakilan masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan audit investigatif terhadap proses pengadaan dan distribusi bantuan sapi tersebut. Mereka menilai perlu ada pemeriksaan menyeluruh agar tidak muncul dugaan penyimpangan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan.
Beberapa tuntutan yang disampaikan antara lain:
Meminta pemerintah pusat mengirim tim independen atau tenaga ahli untuk menilai harga riil sapi yang telah disalurkan di tingkat kecamatan.
Mendesak APH melakukan audit menyeluruh terhadap proses pengadaan seluruh sapi yang akan dipotong dan dibagikan kepada masyarakat.
Meminta penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai mekanisme pembelian serta penetapan harga ternak bantuan.“Kami masyarakat Aceh Tamiang meminta APH segera bergerak. Jangan sampai amanah Presiden untuk membantu warga terdampak bencana justru dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegas perwakilan warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara pengadaan maupun instansi terkait mengenai rincian anggaran dan spesifikasi ternak bantuan tersebut. Media masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan. (C075)
