Bali|INN.com
Proyek strategis North Bali International Airport (NBIA) kembali menjadi perhatian publik sebagai salah satu motor utama percepatan ekonomi dan pemerataan pembangunan di Pulau Bali. Proyek bandara internasional di wilayah Bali Utara tersebut dinilai krusial untuk mengurangi ketimpangan pembangunan yang selama ini terpusat di Bali Selatan.
Arief Martha Rahadyan, menyampaikan dukungan terhadap komitmen pemerintah pusat dan daerah yang terus mendorong NBIA sebagai proyek prioritas nasional dalam RPJMN 2025–2029.
Kehadiran NBIA bukan sekadar pembangunan infrastruktur transportasi udara, melainkan langkah strategis untuk membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di wilayah Bali Utara seperti Buleleng dan sekitarnya. NBIA akan menciptakan efek berganda, mulai dari lapangan kerja, penguatan UMKM lokal, hingga pertumbuhan sektor pariwisata berbasis komunitas. Ini adalah kepentingan jangka panjang masyarakat Bali,” ujar Arief.
Selama ini beban ekonomi dan pariwisata Bali bertumpu pada satu kawasan, yakni Bali Selatan, yang berdampak pada kepadatan infrastruktur dan ketimpangan distribusi kesejahteraan. NBIA diharapkan mampu mengalihkan arus wisatawan dan investasi ke wilayah utara secara lebih berimbang.
Konsep NBIA yang mengusung prinsip pembangunan berkelanjutan dan kearifan lokal Bali sudah berada di jalur yang tepat. Integrasi konsep aerotropolis, pariwisata ramah lingkungan, serta perlindungan budaya dan alam dinilai menjadi kunci agar pembangunan tidak mengorbankan identitas Bali. Pembangunan Bali ke depan harus bertumpu pada keseimbangan antara ekonomi, lingkungan, dan budaya. NBIA dapat menjadi contoh bagaimana proyek besar tetap berpihak pada masyarakat dan nilai-nilai lokal,” tambahnya.
Arief juga mendorong agar pemerintah mempercepat kepastian regulasi dan penetapan lokasi secara transparan, serta melibatkan masyarakat adat dan pemangku kepentingan lokal dalam setiap tahap perencanaan.Dengan dukungan kebijakan yang konsisten dan tata kelola yang akuntabel, Arief optimistis NBIA akan menjadi titik balik kebangkitan ekonomi Bali secara inklusif, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi global yang berdaya saing dan berkelanjutan, “tutupnya.
