Jakarta|INN.com
Arief Martha Rahadyan menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja Satgas PKH yang dinilai telah bekerja secara efektif dan terukur dalam mengembalikan hak negara atas pengelolaan kawasan hutan.
Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola sumber daya alam melalui langkah konkret yang berdampak langsung pada penyelamatan aset negara. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa capaian Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara hingga Rp11,4 triliun serta menguasai kembali jutaan hektare kawasan hutan merupakan bagian dari upaya strategis menjaga kekayaan nasional.
Langkah tegas pemerintah ini tidak hanya berdampak pada aspek penyelamatan aset negara, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam menciptakan keadilan dan keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.
Capaian ini merupakan bukti nyata bahwa pemerintah hadir dalam memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara tertib, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat luas,” ujar Arief
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan Satgas PKH menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem pengawasan dan penegakan hukum di sektor kehutanan. Dengan penguasaan kembali kawasan hutan yang sebelumnya bermasalah, pemerintah dinilai memiliki ruang lebih besar untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam demi kesejahteraan masyarakat.
Arief berharap langkah ini dapat terus berlanjut secara konsisten, diiringi dengan kebijakan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.Ke depan, penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga sinergi agar hasil yang telah dicapai ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun kelestarian lingkungan,” tambahnya.
Kinerja Satgas PKH ini sekaligus menjadi indikator kuat bahwa reformasi tata kelola sumber daya alam di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berjalan ke arah yang lebih baik, dengan prinsip keadilan, ketegasan, dan keberlanjutan sebagai pijakan utama.
