Arief Martha Soroti Keberanian Prabowo dalam Diplomasi Energi

Jakarta|INN.com

Arief Martha Rahadyan menyampaikan,langkah diplomasi energi yang ditempuh Presiden Prabowo Subianto dengan membuka peluang kerja sama impor minyak dengan Rusia dinilai bentuk strategi berani dan terukur demi menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.

Kebijakan tersebut mencerminkan kepemimpinan yang adaptif dan berorientasi pada kepentingan nasional, khususnya dalam menghadapi fluktuasi harga energi dunia akibat dinamika geopolitik

Di tengah tekanan global dan ketegangan geopolitik yang belum mereda, langkah Presiden Prabowo membuka ruang kerja sama energi dengan Rusia adalah bentuk keberanian dalam menjaga kedaulatan energi nasional. Ini strategi geopolitik yang menunjukkan Indonesia tidak bergantung pada satu poros kekuatan dunia,” ujar Arief.

Kebutuhan energi yang terus meningkat menuntut pemerintah untuk mencari sumber alternatif yang stabil dan kompetitif, tanpa mengabaikan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi pijakan Indonesia.

Pendekatan diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo saat ini mencerminkan keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan posisi strategis Indonesia di panggung internasional.Yang terpenting adalah bagaimana pemerintah memastikan bahwa setiap kerja sama yang dibangun tetap mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta keberpihakan pada kepentingan rakyat. Diplomasi energi harus menjadi instrumen untuk menekan beban ekonomi masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas harga bahan bakar,” tegasnya.

Kebijakan ini harus dibarengi dengan penguatan sektor energi domestik, termasuk percepatan transisi energi dan optimalisasi sumber daya dalam negeri.Diplomasi internasional perlu berjalan beriringan dengan kemandirian energi nasional. Kita tidak boleh hanya bergantung pada impor, tetapi juga harus memperkuat fondasi energi dalam negeri sebagai langkah jangka panjang,” tambahnya.

Di tengah dinamika global Arief menilai bahwa langkah pemerintah ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia siap memainkan peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi tawar di tingkat global.Ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, mampu berdiri tegak sebagai negara yang berdaulat dalam menentukan arah kebijakan energinya sendiri,” pungkasnya.