Arief Martha Rahadyan Apresiasi Ekspor Perdana Beras Premium ke Arab Saudi, Bukti Ketahanan Pangan Nasional Kian Kuat

Jakarta|INN.com

Indonesia kembali menorehkan capaian strategis di sektor pangan dengan keberhasilan ekspor perdana sebanyak 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi. Nilai ekspor yang mencapai sekitar Rp.38 Miliar ini diperuntukkan guna memenuhi kebutuhan 215 ribu jamaah haji Indonesia, sekaligus menjadi tonggak penting dalam penguatan posisi Indonesia di pasar pangan global.

Arief Martha Rahadyan, memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan peningkatan produksi nasional, tetapi juga menunjukkan kesiapan Indonesia dalam memenuhi standar kualitas internasional.

Ekspor beras premium ini merupakan bukti nyata bahwa ketahanan pangan nasional kita semakin kokoh. Ini bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas yang sudah mampu bersaing di pasar global,” ujar Arief

Arief menilai langkah ini memiliki nilai strategis karena berkaitan langsung dengan kebutuhan jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Kehadiran beras asal Indonesia di Tanah Suci tidak hanya memperkuat rantai pasok, tetapi juga memberikan jaminan kualitas konsumsi bagi jamaah.

Keberhasilan ekspor 545 ton produk unggas ke sejumlah negara seperti Singapura, Jepang, dan Timor Leste. Ia menilai hal tersebut sebagai indikator kuat bahwa sektor peternakan nasional juga mengalami kemajuan signifikan.

Keberhasilan ekspor produk unggas ini menunjukkan bahwa sektor pangan kita berkembang secara menyeluruh. Ini menjadi sinyal positif bahwa Indonesia mampu menjadi pemain utama dalam rantai pasok pangan regional bahkan global,” tambahnya.

Arief menekankan pentingnya menjaga konsistensi produksi, peningkatan teknologi pertanian, serta penguatan sistem distribusi agar capaian ini dapat berkelanjutan. Ia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani untuk terus meningkatkan daya saing produk dalam negeri.

Momentum ini harus dijaga. Pemerintah perlu memastikan dukungan kebijakan yang tepat, sementara pelaku usaha dan petani harus terus berinovasi. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga menjadi kekuatan ekspor pangan dunia,” tegasnya.

Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa transformasi sektor pangan nasional berada di jalur yang tepat, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi Indonesia untuk memperkuat perannya sebagai lumbung pangan dunia.