Berita  

Banjir Serdang Bedagai: 737 Rumah Terendam, Warga Mulai Tarik Napas Lega, Tapi Ancaman Belum Usai!

SERGAI – INN.com

Setelah empat hari dilanda banjir akibat hujan deras tanpa henti, ratusan rumah di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, mulai terlihat dari genangan air yang berangsur surut. Namun, ketenangan itu belum sepenuhnya kembali. Warga di dua kecamatan yang terdampak masih dihantui rasa waspada, sebab cuaca ekstrem diperkirakan belum sepenuhnya reda.

Hujan deras yang mengguyur sejak akhir pekan lalu menyebabkan debit air sungai di wilayah Serdang Bedagai meningkat tajam, hingga akhirnya meluap dan menggenangi pemukiman warga di sejumlah titik.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Serdang Bedagai, Abdul Rahman Purba atau yang akrab disapa Baba, dalam keterangannya pada Rabu sore (15/10/2025) mengungkapkan, sebanyak 737 Kepala Keluarga (KK) terdampak di dua kecamatan, yakni Sei Rampah dan Tebing Syahbandar.

 “Kondisi saat ini air sudah mulai surut di beberapa titik, namun kami tetap siaga karena potensi hujan masih tinggi,” ujarnya.

Berdasarkan data terbaru BPBD, wilayah dengan dampak terparah berada di Kecamatan Sei Rampah, di mana banjir merendam ratusan rumah warga dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 80 sentimeter.

Di Kecamatan Tebing Syahbandar, genangan air masih terlihat di Desa Paya Pinang (Dusun X) dengan 1 KK terdampak dan Desa Penggalian (Dusun II) sebanyak 50 KK.

Sementara di Kecamatan Sei Rampah, banjir lebih meluas dengan sebaran di beberapa desa, di antaranya:

Desa Cempedak Lobang (Dusun I) – 120 KK

Desa Sei Rampah: Dusun I (40 KK), Dusun II (20 KK), Dusun III (15 KK), Dusun V (14 KK), Dusun VI atau Rampah Kiri (28 KK), Dusun VII (20 KK), dan Dusun VIII (25 KK).

Desa Sei Rejo: Dusun I (50 KK), Dusun II (50 KK), Dusun III (53 KK), Dusun IV (55 KK), dan Dusun V (196 KK).

“Total keseluruhan ada 737 KK terdampak dari hasil pendataan kami di lapangan,” ungkap Baba.

Petugas gabungan dari BPBD, pihak kecamatan, dan aparatur desa terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak. Beberapa warga terlihat masih mengevakuasi barang berharga, sementara sebagian lainnya mulai membersihkan sisa lumpur yang terbawa air ke dalam rumah.

Beberapa titik jalan desa juga sempat tertutup genangan air, membuat mobilitas warga terganggu. Hingga sore hari, air memang mulai surut, namun banyak warga yang masih memilih bertahan di rumah sembari menunggu situasi benar-benar aman.

 “Kami tetap imbau masyarakat untuk tetap waspada, karena curah hujan di wilayah Serdang Bedagai dan sekitarnya masih tinggi,” kata Baba menegaskan.

Selain personel BPBD, sejumlah aparat TNI dan Polri juga ikut turun membantu warga mengevakuasi anak-anak dan lansia ke tempat yang lebih tinggi. Pemerintah kabupaten menyiapkan lokasi sementara di beberapa titik, termasuk posko di aula desa dan masjid setempat untuk warga yang rumahnya masih tergenang.

Meski air sudah mulai turun, sebagian warga masih diliputi rasa cemas. Mereka khawatir banjir serupa akan kembali terjadi jika hujan kembali mengguyur dalam beberapa hari ke depan.

“Air udah mulai surut, tapi kami belum berani tenang. Dua hari lalu air naik cepat sekali, malam-malam, tanpa hujan deras di sini, tapi kiriman dari hulu,” ujar Misnah (46), warga Desa Sei Rejo.

Sebagian warga juga menyoroti kurangnya perhatian dari pihak pemerintah terhadap sistem drainase dan pengendalian aliran sungai yang sudah lama tidak dibenahi. Mereka berharap agar peristiwa ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah pencegahan permanen.

“Setiap hujan besar, pasti banjir. Ini bukan kali pertama. Kalau tidak ada tindakan nyata, bisa-bisa tahun depan kami kena lagi,” keluh warga lainnya, Arman (38).

Menanggapi hal ini, BPBD Serdang Bedagai menyatakan telah menyiagakan petugas di beberapa titik rawan. Mereka juga menyiapkan peralatan tambahan seperti pompa air dan tenda darurat jika sewaktu-waktu banjir susulan terjadi.

Selain itu, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, termasuk air bersih dan bantuan logistik bagi warga yang terdampak.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapat perhatian,” jelas Baba.

Cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir memang menjadi perhatian serius pemerintah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kabupaten, termasuk Serdang Bedagai.

Hingga Rabu malam, situasi berangsur membaik, namun masyarakat diminta tidak lengah. Genangan yang mulai surut bukan berarti ancaman telah usai, sebab kondisi tanah yang jenuh air masih berisiko menimbulkan longsor dan banjir susulan. (##)