Jakarta|INN.com
Arief Martha Rahadyan mengapresiasi langkah Pemerintah yang menyiapkan lahan hampir 4.000 meter persegi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, untuk pembangunan Rumah Besar Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan lembaga-lembaga umat Islam.
Kebijakan ini mencerminkan komitmen negara dalam memperkuat kehidupan keagamaan yang selaras dengan semangat kebangsaan.
Penempatan pusat aktivitas keulamaan di jantung Ibu Kota merupakan pesan strategis pemerintah bahwa nilai moral, etika publik, dan kebijaksanaan ulama bagian tak terpisahkan dari arah pembangunan nasional.
Ketika ulama dan umara berjalan seiring, maka pemerintah akan kokoh secara moral dan spiritual. Inilah fondasi penting bagi Indonesia yang berdaulat, berkeadilan, dan bermartabat,” ujar Arief.
Keberadaan Rumah Besar MUI di kawasan strategis nasional akan memperkuat peran ulama sebagai mitra negara dalam menjaga persatuan, merawat moderasi beragama, serta membimbing umat.
Arief menyampaikan harapannya agar fasilitas tersebut menjadi ruang dialog kebangsaan yang inklusif, tempat bertemunya gagasan keislaman yang rahmatan lil ‘alamin dengan kepentingan nasional yang berorientasi pada persatuan dan kemajuan.Ini adalah bukti bahwa negara hadir bukan untuk menjauh dari nilai-nilai agama, tetapi justru merangkulnya sebagai kekuatan pemersatu bangsa,” tambahnya.
Arief mengucapkan penghormatan dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada MUI atas konsistensi dan kontribusinya dalam menjaga harmoni umat, memperkuat ukhuwah, serta menjadi penjaga moral bangsa. Semoga Rumah Besar MUI ini menjadi pusat lahirnya pemikiran-pemikiran kebangsaan yang menyejukkan, mencerahkan, dan mempersatukan Indonesia,” tutur Arief.
Arief mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal dan mendukung pembangunan ini agar benar-benar menjadi simbol persatuan ulama dan umara demi kekuatan umat dan kejayaan bangsa Indonesia.
