Jakarta|INN.com
Tokoh muda nasional Arief Martha Rahadyan menyoroti aktivitas Presiden Prabowo akhir-akhir ini yang dinilai intens dalam melakukan konsolidasi nasional lintas sektor, mulai dari pertahanan, ekonomi, hingga kebudayaan dan keagamaan. Langkah tersebut memiliki makna strategis dalam konteks konsolidasi nasional, terutama di tengah degradasi nilai sosial dengan mencerminkan kepemimpinan strategis yang bersifat integratif.
Apresiasi Presiden Prabowo Subianto terhadap Majelis Ulama Indonesia (MUI) menunjukkan pemahaman yang utuh terhadap ketahanan moral,serta arah dimensi keagamaan, dan kebangsaan sebagai fondasi utama pembangunan Indonesia ke depan. Hubungan harmonis antara negara dan institusi keagamaan merupakan modal sosial yang sangat penting untuk menjaga stabilitas nasional,”Ujar Arief.
Legitimasi kebijakan nasional yang berbasis etika publik, di mana ulama, akademisi, dan negara duduk dalam satu ekosistem kebijakan, akan semakin kuat jika didukung oleh institusi keagamaan dengan peran ulama, dalam membangun narasi besar tentang Indonesia sebagai negara berdaulat, serta berakar pada nilai religius yang berpijak pada nilai Pancasila,” tambah Arief.
Presiden Prabowo sudah memulai langkah penting dengan merangkul kekuatan moral bangsa. Tinggal bagaimana ini dilembagakan secara sistemik,” tegas Arief.
Arief Martha Rahadyan menyimpulkan bahwa apresiasi Presiden Prabowo Subianto terhadap MUI merupakan sinyal kuat arah kepemimpinan nasional yang berupaya menyatukan kekuatan negara, umat, dan nilai-nilai Pancasila dalam satu visi besar Indonesia yang berdaulat, adil, dan bermartabat
