Aceh Tengah-Infonewsnusantara.com
Semangat gotong royong kembali menggema di dataran tinggi Gayo. Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dari UIN Sultanah Nahrasyah (UIN Suna) bersinergi dengan para relawan dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh dalam sebuah aksi kolaborasi sosial di Kampung Rawe, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah.
(18 januari 2026)
Kegiatan yang bertajuk “Kolaborasi Kegiatan Gotong Royong” ini difokuskan pada pembersihan dan pembenahan fasilitas publik, khususnya di area rumah ibadah (Masjid Ridwan Kampung Rawe). Berdasarkan dokumentasi tersebut, para mahasiswa tampak bahu-membahu melakukan berbagai aktivitas fisik, mulai dari:
Pembersihan Area Masjid: Membersihkan tumpukan tanah, kayu dan sisa material di sekitar fondasi bangunan masjid. Menggali serta membersihkan saluran air (selokan) untuk memastikan aliran air lancar dan lingkungan tetap higienis. Mereka menggunakan gerobak sorong dan alat manual lainnya untuk meratakan tanah di area pelataran masjid.
Di sela-sela kegiatan, Kepala Dusun setempat menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besarnya terhadap Pemerintah aceh tengah. Beliau menekankan bahwa tenaga swadaya masyarakat dan mahasiswa memiliki keterbatasan, sehingga campur tangan pemerintah sangat dinantikan.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan adik-adik mahasiswa yang sudah terjun langsung membantu fisik masjid kami. Namun, kami sangat berharap kepada pemerintah agar lebih cepat bergerak dalam membantu perbaikan masjid ini,
Kondisi kami saat ini sangat sulit karena belum ada akses air bersih yang masuk ke masjid maupun pemukiman warga. Kami memohon dengan sangat kepada pemerintah untuk merespon dengan cepat. Jangan sampai saat bulan Ramadhan tiba, warga kami masih kesulitan air bersih untuk berwudhu dan keperluan lainnya,” Ujar Pak Dusun.
Beliau menambahkan bahwa masjid merupakan jantung kegiatan warga, sehingga percepatan renovasi dari pihak terkait sangat krusial agar aktivitas ibadah dan sosial masyarakat tidak terhambat lebih lama.
Kolaborasi mahasiswa KPM lintas universitas ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa masyarakat Kampung Rawe tidak berjalan sendirian. Namun, aksi mahasiswa adalah solusi jangka pendek; solusi permanen tetap berada di tangan kebijakan pemerintah.
“Kami sudah bergerak dengan tenaga seadanya, kini saatnya pemerintah menunjukkan perannya secara nyata.”(*)
